Share

Awas! Jangan Sembarangan Koleksi Cap Paspor saat Traveling, Ini Akibatnya

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Minggu 27 Februari 2022 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 406 2553498 awas-jangan-sembarangan-koleksi-cap-paspor-saat-traveling-ini-akibatnya-2UToc8u2i4.JPG Ilustrasi (Foto: The Sun)

SEBAGAI suvenir liburan, beberapa destinasi menawarkan stempel baru untuk dibubuhkan ke dalam paspor Anda. Namun, Anda perlu berpikir dua kali sebelum memasukkannya.

Melansir The Sun, pos pemeriksaan Charlie di Berlin, dan Kota Ciudad Mitad del Mundo di Ekuador, menawarkan stempel paspor bagi wisatawan untuk kenang-kenangan perjalanan mereka.

Sementara di Jepang, Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Desa Welsh Welsh Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch yang terkenal dengan nama tempat terpanjang di dunia, juga menawarkan stempel atau prangko suvenir.

Tetapi pelancong bisa terancam dilarang bepergian jika memiliki cap paspor tertentu, seperti yang dialami seorang turis Inggris ini.

Tina Sibley (64), ditolak penerbangan penerbangannya karena cap suvenir di paspor. Ia memesan pesawat ke Phuket dari Madrid pada Februari 2020.

Ketika mencoba naik ke pesawatnya, ia dihentikan. Pasalnya, dia memiliki cap suvenir dari Peru setelah mengunjungi Machu Picchu.

Ia lantas memperingatkannya di Facebook, "Jangan masukkan perangko turis ini di paspor Anda!"

"Saya baru saja ditolak naik pesawat ke Thailand karena mereka. Saya kecewa! Rupanya mereka dapat membatalkan paspor Anda dan imigrasi semakin ketat," tuturnya.

Sementara Kedutaan Besar Inggris mengatakan, paspornya masih berlaku, dia harus mendapatkan dokumen darurat baru dan memesan penerbangan lain, dengan biaya 1.000 pound seluruhnya atau sekitar Rp19 jutaan.

Di Taiwan, seorang wanita ditolak masuk setelah putrinya menambahkan stempel Hello Kitty ke paspornya.

Sementara di AS, siapapun yang bepergian ke sana hanya boleh memiliki stempel dari negara asing atau membuat catatan tambahan pada paspor mereka.

Terlepas dari peringatan tersebut, pemerintah Inggris menyatakan bahwa operator tidak memiliki persyaratan untuk memeriksa stempel lain di paspor selain yang diperlukan.

Negara-negara lain juga cenderung lebih ketat. Destinasi seperti Bahrain, Qatar, dan UEA kemungkinan akan melarang kedatangan dengan cap Israel di paspor mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini