Share

Kota Ini Larang Warganya Meninggal Dunia, Kok Bisa?

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 28 Februari 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 27 408 2553857 kota-ini-larang-warganya-meninggal-dunia-kok-bisa-JjJh21umEr.jpg Kota Longyearbyen di Kepulauan Svalbard, Norwegia (Courtesy of Visit Svalbard/Culture Trip)

MUNGKIN terdengar tak lazim ketika ada larangan untuk seseorang meninggal dunia. Pasalnya, kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat dihentikan.

Tapi tahu kah Anda ada sebuah kota di Norwegia yang seolah tak mengizinkan warganya mati? Kota tersebut adalah Longyearbyen, kota paling utara di kepulauan Svalbard.

Sebenarnya warga Longyearbyen bukan dilarang untuk mati, hanya saja sebisa mungkin tak mengembuskan nafas terakhir di kota tersebut. Kenapa?

 BACA JUGA: 10 Wisata Horor di Surabaya, Bikin Merinding!

Perlu diketahui bahwa kota ini terletak di kepulauan Svalbard yang mana berada di atas lingkaran arktik. Suhu di sana bisa mencapai 4°F (-15 °C) dan bahkan terkadang bisa menyentuh angka -25.6°F (-32 °C).

Melansir dari The Culture Trip , hal ini dapat membuat apapun dalam tanah berada dalam kondisi tidak bisa benar-benar mencair meski suhu di permukaan meningkat selama musim panas. Pada intinya, jenazah yang dikubur pun tidak bisa membusuk maupun terurai.

 

Masalah yang dihadapi saat menguburkan mayat di kawasan Longyearbyen, Svalbard tidak hanya perkara lahan pemakaman yang kian menyempit. Jika mayat tetap utuh sempurna, virus penyakit yang dibawa oleh mayat akan terus menetap serta membeku pula di dalamnya.

 BACA JUGA: 7 Kota Terunik di Indonesia, Pelancong Bisa Nikmati Pengalaman Menarik dan Berbeda

Tentu saja ini berpotensi menimbulkan bahaya bagi warga sekitar. Para ilmuwan di tahun 90-an menggali beberapa mayat untuk mempelajari fenomena lapisan es, mereka menemukan fakta mencengangkan.

Dalam tubuh seseorang yang meninggal akibat pandemi Influenza tahun 1918, virus mematikan itu masih hidup serta terawetkan dengan sempurna. Bayangkan saja ketika lapisan es mencair, maka virus dapat menginfeksi seluruh kota.

Sejak tahun 1950, penduduk setempat menyadari bahwa lapisan es mencegah tubuh membusuk serta khawatir penyakit menyebar. Mereka lantas mengambil kuburan dari kota lain dan melarang kematian di Longyearbyen.

Namun kembali lagi, tetap ada kemungkinan seseorang meninggal di Longyearbyen sebelum diterbangkan ke lokasi lain. Lantas apa yang akna dilakukan? jasad akan dikremasi terlebih dahulu dan dikubur dalam guci pemakaman. Tapi hal ini sulit dilakukan lantaran perlu izin dari negara.

 Ilustrasi

Tinggal di tempat dingin mungkin terlihat menakjubkan. Tapi nyatanya tak pernah semudah yang dibayangkan. Saking dinginnya wilayah Svalbard, terkadang sulit untuk menciptakan ruang gerak bagi anak-anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini