Share

Mengenal Tradisi Unik Ciuman Massal Usai Nyepi di Bali

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 406 2555730 mengenal-tradisi-unik-ciuman-massal-usai-nyepi-di-bali-lm0kzvg5bc.jpg Omed-omedan, tradisi unik ciuman massal usai Nyepi di Bali (Balibaswara)

TRADISI unik ciuman massal usai perayaan Hari Raya Nyepi rutin digelar masyarakat Desa Sesetan, Denpasar, Bali. Ritual tahunan ini disebut dengan Omed-omedan.

Diawali dengan pertunjukan Barong Bangkung betina dan jantan, muda-mudi Bali kemudian memadati pelataran pura. Mereka akan dibagi dalam dua kelompok sebelum mulai berciuman.

 BACA JUGA: Mengenal Asal Usul dan Makna Pawai Ogoh-Ogoh saat Perayaan Nyepi

Ritual yang tak biasa ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang berusia 17-30 tahun dan berstatus single, atau belum menikah. Sementara itu proses ritual akan diawasi oleh tokoh adat yang lebih tua.

Para peserta akan saling mendekat dan melakukan ciuman selama acara berlangsung. Mereka juga akan disirami dengan air, yang membuat suasana semakin riuh.

Meskipun tampak aneh, tradisi Omed-omedan memiliki makna yang positif, seperti menjalin Asah, Asuh, dan Asih antar warga serta menjaga kedamaian di Desa Sesetan. Tradisi ini sempat dihentikan, namun kembali dilanjutkan karena masyarakat takut terjadi hal-hal buruk.

 

Cerita di balik Omed-omedan

Ada cerita menarik di balik tradisi Omed-omedan. Konon, dahulu ada sebuah kerajaan kecil di daerah Denpasar Selatan. Suatu hari anak lelaki dan perempuan bermain tarik-menarik dan membuat suara gaduh.

 BACA JUGA: Perang Api, Tradisi Tolak Bala Umat Hindu saat Perayaan Nyepi

Suara berisik itu memicu kemarahan sang raja yang tengah sakit. Dia keluar dan berniat menghentikan kegaduhan tersebut. Namun, bukannya marah, raja malah menjadi senang dan sembuh dari penyakit.

Kejadian ini membuat raja menggelar sebuah tradisi Omed-omedan, yang dalam bahasa Indonesia berarti “tarik menarik”.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini