Share

Deretan Maskapai yang Ubah Rute Penerbangan Gegara Perang Rusia Vs Ukraina

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 406 2555793 deretan-maskapai-yang-ubah-rute-penerbangan-gegara-perang-rusia-vs-ukraina-6RbyQ57Bsw.jpg Ilustrasi (Freepik)

WARGA Australia yang ingin bepergian ke Eropa, perjalanan mereka dapat berubah setelah sejumlah maskapai penerbangan dan perusahaan tur mengubah rute untuk menjaga keamanan penumpang terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Pemerintah Federal Australia juga telah mengeluarkan peringatan jangan bepergian ke Rusia, Ukraina, dan Belarusia.

Meskipun sejumlah bandara Rusia telah ditutup untuk umum, warga Australia yang sudah berada di negara itu didesak untuk segera pergi, karena situasi keamanan dapat terus memburuk tanpa peringatan.

 BACA JUGA: Rusia Larang Penerbangan dari 36 Negara, Berikut Daftarnya

Negara-negara lain di sekitar Rusia dan Ukraina, seperti Moldova, Rumania, Polandia, Slovakia, dan Hongaria memiliki peringatan perjalanan untuk berhati-hati tingkat tinggi.

Dengan militer Rusia yang menginvasi perbatasan Ukraina, banyak negara Eropa telah menutup wilayah udara mereka untuk kedua negara, di mana maskapai penerbangan dan perusahaan tur mengubah rute penerbangan dan rencana perjalanan.

Selama akhir pekan, Qantas mengubah penerbangannya antara Darwin dan London untuk menghindari bagian utara Rusia yang sebelumnya dilalui.

 

Kini, dibutuhkan jalur melalui Timur Tengah dan Eropa selatan, yang telah meningkatkan total waktu terbang sekitar satu jam.

“Mengingat keadaan dan kompleksitas saat ini, kami memilih untuk menggunakan salah satu jalur penerbangan alternatif yang tidak melewati Rusia, sementara kami terus memantau situasi yang berkembang ini,” kata juru bicara Qantas seperti dilansir dari News.com.au.

“Kami secara teratur meninjau jalur penerbangan dan membuat penyesuaian yang kami anggap bijaksana," sambungnya.

 BACA JUGA: 7 Situs Warisan Dunia UNESCO di Ukraina, Negara yang Lagi Diserang Rusia

Emirates juga telah membuat perubahan rute kecil pada penerbangan Stockholm, Moskow, dan St Petersburg, serta beberapa jika layanannya di AS karena mereka biasanya melakukan perjalanan di wilayah udara sebagian Rusia dan seluruh Ukraina. Akibatnya, waktu penerbangan di rute-rute tersebut bisa sedikit lebih lama.

"Kami memantau dengan cermat perkembangan situasi, dan jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan yang diperlukan. Keselamatan penumpang, karyawan, dan operasi akan selalu menjadi prioritas utama kami," ujar juru bicara Emirates.

Sementara Singapore Airlines tidak terbang di atas wilayah udara Ukraina atau di dekat wilayah perbatasan Rusia-Ukraina.

Singapore Airlines menangguhkan semua layanan kembali antara Singapura dan Moskow pada 28 Februari. Tetapi saat ini tidak ada perubahan lain pada operasinya di Eropa.

"SIA meminta maaf kepada semua penumpang yang terkena dampak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Semua penumpang yang terkena dampak akan ditawari pengembalian dana penuh dari bagian tiket yang tidak terpakai," kata juru bicara maskapai Karl Schubert.

Seorang juru bicara Royal Caribbean International mengatakan peristiwa baru-baru ini membuatnya semakin tidak pasti jika perusahaan dapat mengunjungi St. Petersburg di Rusia dan telah merencanakan pelabuhan alternatif untuk dihentikan.

“Keamanan tamu dan kru kami selalu menjadi prioritas utama. Kami terus memantau peristiwa yang terjadi di seluruh dunia, termasuk situasi di Ukraina. Kami telah merencanakan pelabuhan alternatif dan akan terus memantau situasi selama beberapa minggu mendatang," ujar juru bicara Royal Caribbean.

 Ilustrasi

“Tamu dan penasihat perjalanan kami akan menjadi yang pertama mengetahui pembaruan apa pun yang perlu kami lakukan untuk menjaga semua orang tetap aman," tambahnya.

Penyedia tur berpemandu Intrepid telah membatalkan semua keberangkatan ke Ukraina dan Rusia hingga Juni 2022.

General Manager Global Product Erica Kritikideas mengatakan perusahaan secara aktif memantau dan mengikuti anjuran perjalanan pemerintah.

“Ini adalah tanggapan terhadap masalah keamanan yang terkait dengan situasi konflik saat ini, dan mengikuti saran dari peringatan perjalanan pemerintah untuk tujuan-tujuan tersebut," ujarnya.

"Kami akan terus memantau situasi dengan cermat dan berharap jalan keluar yang aman dan damai dari krisis ini segera. Pikiran kami bersama orang-orang Ukraina selama masa-masa yang menghancurkan ini," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini