Share

Harga Sewa Hotel di Labuan Bajo Mahal? Badan Otorita dan Pelaku Pariwisata Angkat Bicara

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 06 Maret 2022 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 06 406 2557137 harga-sewa-hotel-di-labuan-bajo-mahal-badan-otorita-dan-pelaku-pariwisata-angkat-bicara-f5pWuT2763.JPG Ilustrasi (Foto: iStock)

DIREKTUR Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengatakan, pihaknya memberikan penjelasan isu yang berkembang di kalangan wisatawan akhir ini, yakni terkait harga hotel yang mahal di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Shana menuturkan, saat ini BPOLBF bersama Pemda dan Stakeholder terkait sedang dalam upaya melakukan evaluasi. Pihaknya juga tengah meningkatkan pelayanan dan kualitas hotel agar memenuhi standar, sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Lebih lanjut, menanggapi berbagai isu yang berkembang termasuk perbandingan dengan kondisi di Bali, dimana harga hotel di Pulau Dewata tersebut cenderung turun harga, namun di Labuan Bajo justru tetap stabil Shana menjelaskan, ada perbedaan standar biaya operasional antar-wilayahnya.

Menurutnya, biaya operasional hotel di Labuan Bajo memang lebih tinggi karena masih banyak produk atau material pendukung yang diambil atau harus didatangkan dari daerah lain.

“Kita mencoba membantu dengan program rantai pasok, membangun sentra-sentra supplier lokal sehingga mengurangi biaya produksi. Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga akan dilakukan sehingga pengelolaan layanan bisa efektif dan efisien dengan hospitality yang tinggi,” katanya dalam keterangan resminya kepada MNC Portal.

Infografis Labuan Bajo

Ia menambahkan, saat ini hal yang menjadi fokus BPOLBF adalah meningkatkan standar kualitas layanan dan fasilitas menjadi semakin baik, agar wisatawan tidak kecewa dengan besaran spending yang dibelanjakan saat berkunjung ke Labuan Bajo.

“Standar yang digunakan adalah standar internasional, diharapkan agar hotel, kapal, dan restoran berlomba meningkatkan kualitas pelayanan mereka sesuai standar yang ada sehingga ada kepastian standar layanan dengan dunia pariwisata internasional,” terangnya.

Lebih lanjut, tak hanya ketersediaan kamar dengan spesifikasi khusus. Akan tetapi, fasilitas minimum pelaksanaan kegiatan juga harus menjadi perhatian, misalnya ruang rapat dengan dukungan standar keamanan dan keselamatan memadai.

Pihaknya juga menargetkan, Labuan Bajo bisa menjadi tuan rumah utama event internasional kenegaraan untuk kapasitas 20.000 peserta di waktu yang sama.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Shana menegaskan, Labuan Bajo yang juga ditetapkan sebagai destinasi wisata super premium bermakna bahwa jaminan kualitas experience yang diberikan kepada wisatawan terjaga dengan baik.

“Ada layanan yang bentuknya eksklusif karena berbayar dan khusus, ada yang bisa diakses umum oleh semua lapisan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) atau Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Manggarai, Evodius Gonsomer membenarkan, bahwa hotel-hotel di Labuan Bajo relatif lebih tinggi harga sewanya dibandingkan dengan kawasan wisata prioritas lainnya. Hal ini dirasa, setiap hotel di masing-masing daerah berhak menetapkan harga sewanya masing-masing.

“Hotel jenis yang sama ditempat lain di Labuan Bajo tergolong cukup mahal, tapi ide untuk buat harga standar hotel tidak memungkinkan, karena setiap hotel berhak untuk menentukan harga jualnya dan pengguna diberi hak untuk memilih hotel yang sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan hotel berbintang, kata dia, perlu ditambahkan karena dengan adanya investasi akan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi setempat, membuka lapangan kerja baru dan tentunya harga akan semakin bersaing karena semakin banyak pilihan tempat untuk menginap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini