Share

Mengintip Lokasi Bersejarah Pembuatan Kayu Arang Abad ke-18 di Langkawi

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 09 Maret 2022 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 549 2557406 mengintip-lokasi-bersejarah-pembuatan-kayu-arang-abad-ke-18-di-langkawi-yJMbDGNmw9.jpg Tempat Pembuatan Kayu Arang di Abad ke-18 (MPI/Lintang)

LANGKAWI - Kawasan hutan mangrove Kubang Badak di Langkawi, Malaysia memiliki permata bersejarah yang tersembunyi. Ada lokasi bekas pembuatan kayu arang (kebuk arang) dari pohon bakau yang paling penting di Negeri Jiran di masa lampau.

Lokasinya berada di dekat bukit Menora. Ada dermaga untuk menuju ke sana dan sedikit berjalan menuju lokasi bersejarah yang terbentuk dari susunan batuan itu.

"Kalau kita melihat kebuk arang yang generasi baru, pembuatannya harus dengan batu bata kan. Kebuk arang ini dibina pada kurun ke-18 dibuat menggunakan batu," kata Ayu, pemandu tur mangrove Kubang Badak Biogeotrail.

infografis

Batuan ini menurut Ayu, diambil di sekitar kawasan itu. Tak main-main, usia batuannya disebut sudah berusia ratusan juta tahun.

"Batu-batu yang diangkut di kawasan sini, dan batuan ini pun sudah berusia 500 juta tahun," tuturnya.

Para orang terdahulu memilih menggunakan bebatuan ini sebagai kebuk arang karena sifatnya yang tahan panas. Pasalnya, proses pembuatan kayu arang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Sebenarnya ada 15 kebuk arang di lokasi tersebut. Tetapi hanya tersisa satu tempat ini, yang juga merupakan yang paling pertama dibangun.

Kayu arang pada masanya merupakan sumber panas yang penting. Di kebuk arang ini, setidaknya sekitar 1000-1500 batang pohon bakau yang mampu ditampung dalam satu kali produksi.

Tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, produksi kayu arang ini perlahan berkurang dan akhirnya berhenti total pada tahun 1980-an. Kini hanya tersisa tempat pembuatan yang menjadi sejarah setempat.

Untuk menikmati destinasi wisata bersejarah ini, Anda bisa mengikuti sharing trip menggunakan kapal dengan biaya RM230 atau sekira Rp793 ribu untuk dewasa dan RM130 yang setara dengan Rp448 ribu untuk anak-anak

Sementara untuk menyewa kapal secara privat dikenakan biaya RM800 atau sekitar Rp2,8 juta per kapal. Harga-harga ini khusus untuk para wisatawan asing.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini