Share

Tak Semua Orang Naik Pesawat Bebas Tes Antigen dan PCR, Ini yang Dikecualikan

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 406 2558387 tak-semua-orang-naik-pesawat-bebas-tes-antigen-dan-pcr-ini-yang-dikecualikan-Sb4oagCjNu.JPG Suasana calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (Foto: Okezone.com)

PEMERINTAH resmi menghapus aturan tes antigen dan PCR bagi penumpang pesawat hari ini, Selasa (8/3/2022).

Hal itu menegaskan bahwa mereka yang hendak bepergian dengan pesawat terbang kini tidak lagi diwajibkan menyertakan bukti negatif Covid-19, baik melalui tes antigen maupun PCR.

Aturan tersebut dipertegas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusul penerbitan Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menegaskan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Penyesuaian Protokol Kesehatan, Kemenhub pun menerbitkan SE Kemenhub sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya di lapangan.

Tips Traveling Aman

“SE Kemenhub terbaru ini mulai berlaku mulai Selasa, 8 Maret 2022 dan akan dievaluasi sesuai perkembangan dinamika di lapangan. Dengan terbitnya SE Nomor 21 ini maka SE sebelumnya Nomor 96 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” kata Jubir Kemenhub, Adita Irawati.

Meski demikian, ada beberapa kategori yang dikecualikan dari kebijakan ini. Mereka yang belum menerima vaksinasi lengkap (dua dosis ataupun booster) dan/atau penderita penyakit komorbid tetap wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR manakal hendak menggunakan jasa transportasi udara.

Adapun bunyi SE terbaru yang mengatur syarat perjalanan domestik dengan moda transportasi udara yaitu:

- Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

- PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam atau rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

- PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Penumpang Pesawat di Bandara

(Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)

- PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

SE tersebut juga mengatur bahwa setiap operator moda transportasi wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna memeriksa persyaratan perjalanan pada setiap PPDN.

Para pelaku perjalanan juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, maupun mencuci tangan baik dengan sabun antiseptik maupun hand sanitizer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini