Share

8 Negara Paling Ramah Wisatawan di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa Ya?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 09 Maret 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 09 408 2558525 8-negara-paling-ramah-wisatawan-di-asia-tenggara-indonesia-nomor-berapa-ya-KCALjzlc9N.JPG Kunjungan wisatawan asing mulai menggeliat pasca-pelonggaran aturan perjalanan (Foto: Instagram/@dudutsp)

DENGAN lebih dari 104 juta kedatangan internasional pada tahun 2015 dan pertumbuhan rata-rata 8 persen, industri perjalanan dan pariwisata Asia Tenggara memiliki potensi luar biasa untuk membantu menghasilkan pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja dan memungkinkan pembangunan regional.

Namun, negara mana yang memiliki posisi terbaik untuk mendapat manfaat paling besar dari industri ini? Anda mungkin tidak terkejut mengetahui bahwa pemandangan alam yang indah seperti Teluk Halong dan landmark budaya ikonik seperti Angkor Wat bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan daya saing suatu destinasi.

Setiap tahun, Laporan Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata merilis peringkat negara berdasarkan berbagai kebijakan yang ada untuk memungkinkan pembangunan berkelanjutan di sektor ini.

Laporan tersebut melihat faktor-faktor seperti betapa mudahnya melakukan bisnis di suatu negara, kebijakan perjalanan dan pariwisata tertentu, infrastruktur, dan sumber daya alam dan budaya.

Berdasarkan laporannya, terdapat 8 negara yang masuk kategori paling ramah wisatawan di Asia Tenggara dengan peringkat sebagai berikut:

Infografis Kota Paling Cepat Tenggelam di Dunia

1. Singapura

2. Malaysia

3. Thailand

4. Indonesia

5. Vietnam

6. Filiphina

7. Laos

8. Kamboja

Mayoritas negara di kawasan ini bergantung pada sumber daya alam yang kaya dan harga yang bagus untuk menarik wisatawan.

Mereka juga cenderung terbuka secara internasional, melalui kebijakan visa mereka. Pemerintah di kawasan ini menyadari peran strategis pariwisata dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung sektor ini secara proaktif.

Namun, kesenjangan infrastruktur yang besar (udara, jalan, infrastruktur layanan pariwisata) dan kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tetap berada di antara yang paling maju di sub-kawasan, terutama Singapura dan pada tingkat yang lebih rendah, Malaysia dan Thailand versus yang lain.

Pada saat yang sama, beberapa negara di kawasan tersebut terus mengalami penurunan persepsi keamanan akibat perkembangan politik dalam beberapa tahun terakhir, membuat kondisi wisatawan kian tak bisa diprediksi (unpredictable).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini