Share

Mangrove Jadi Daya Tarik Wisata Kalbar, Sandiaga Uno: Bagian dari Ekonomi Baru

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 406 2559191 mangrove-jadi-daya-tarik-wisata-kalbar-sandiaga-uno-bagian-dari-ekonomi-baru-Yy40YANksq.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, pihaknya akan memperkuat potensi sekaligus pengembangan pariwisata berbasis lingkungan atau ekowisata di Kalimantan Barat. Sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pengembangan pariwisata dalam membangkitkan ekonomi dan peluang kerja yang selaras dengan tujuan pariwisata nasional yang berkualitas serta berkelanjutan. Selain itu, kata dia, Kalimantan Barat sudah tepat memilih mangrove sebagai daya tarik wisata.

“Pak Gubernur Kalbar, Sutarmidji sudah tepat memilih mangrove sebagai daya tarik wisata. Karena (wisata) mangrove ini saya percaya sebagai bagian dari ekonomi baru yang harus kita susun,” katanya dalam acara 'FGD Bangkit Bersama dalam Pengembangan Pariwisata di Kalimantan Barat' yang berlangsung di Hotel Mercure, Pontianak.

Wisata mangrove yang masuk dalam bagian ekowisata ini menjadi isu yang utama saat ini. Terutama terhadap penyelenggaraan G20 tahun ini, di mana Indonesia ditunjuk sebagai pemegang Presidensi yang mengangkat isu keberlanjutan lingkungan.

Hal ini dikatakannya juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyiapkan Indonesia sebagai episentrum dari ekonomi berbasis keberlanjutan lingkungan.

“Kami akan all out membantu mengembangkan, termasuk berkoordinasi lintas kementerian seperti dengan KLHK juga dengan Kemenkominfo untuk mengumpulkan data-data, sehingga wisata berbasis mangrove ini bisa kita kembangkan dan menjadi bagian dari ekonomi baru,” tuturnya.

Dalam kesempatannya Sandiaga berjanji pihaknya akan mendukung pengembangan wisata di Temajuk, Kabupaten Sambas.

Temajuk merupakan salah satu destinasi alam dengan potensi yang indah. Desa tersebut terletak di wilayah paling utara Kabupaten Sambas, dan berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga tidak sedikit wisman asal Malaysia yang menjadikan Temajuk sebagai destinasi favorit.

“Kita susun dan mudah-mudahan ini bisa kita dikembangkan, karena indah sekali panorama alamnya. Kita harus bangun infrastrukturnya, kita harus kembangkan dengan berbasis masyarakat. Desa wisata yang ada di sana juga harus mampu membuka peluang usaha. Untuk produk-produk UMKM ekonomi kreatif juga terdigitalisasi sehingga bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor utama yang menopang ekonomi di Kalimantan Barat. Di mana tercatat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat pada tahun lalu mencapai 4,78 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,6 persen.

"Ada 325 destinasi di Kalimantan Barat dan itu lebih banyak pada wisata alam. Dan mangrove di Kalimantan Barat bisa saya bilang adalah terluas di Indonesia. Jadi sektor pariwisata adalah salah satu andalan di Kalimantan Barat dan ini harus betul-betul dikelola dengan baik," katanya.

Ia menyebutkan salah satunya, kata Sutarmidji adalah pengemasan dan juga promosi. Oleh karenanya kolaborasi dengan Kemenparekraf dikatakannya menjadi hal yang sangat penting.

"Potensi kita banyak, tapi bagaimana kita bisa membuat pengemasan yang baik. Pariwisata harus dikembangkan agar kita tidak terus bertumpu pada alam, dan wisata yang jadi andalan kita ke depan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini