Share

Kisah Mistis di Balik Lengger Tapeng Kulon Progo, Penari Kerap Kesurupan Roh Halus

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 406 2559212 kisah-mistis-di-balik-lengger-tapeng-kulon-progo-penari-kerap-kesurupan-roh-halus-dHDR2DbtyL.JPG Tari Lengger Tapeng (Foto: Instagram/@desabudayapagerharjo)

LENGGER Tapeng lahir pada 1915 di Dusun Nglinggo Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Ini pertama kali diperkenalkan oleh Joyo Dikoro.

Joyo Dikoro adalah seorang tokoh yang mengembara dari daerah Borobudur dan menetap di Dusun Nglinggo yang terus berupaya mempertahankan kesenian tersebut.

Generasi berikut yang meneruskan adalah Notosetomo, anaknya Joyo Dikoro (Alm). Kesenian Lengger Tapeng merupakan sebuah bentuk seni pertunjukan yang dimaksud tidak sekedar bertujuan sebagai hiburan, namun penuh dengan muatan religius, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepad Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam perkembangannya, masyarakat meyakini bila ada orang sakit maka akan sembuh jika mementaskan kesenian Lengger Tapeng. Selain itu, juga orang terkabul keinginannya, jika mereka bernadzar akan mementaskan kesenian Lengger Tapeng.

Kesenian Lengger Tapeng ini sangat sarat akan nuansa mistiknya. Tidak jarang penari laki- laki kesurupan dan sukar disadarkan. Uniknya jika itu terjadi maka sang penari cukup diberi minuman dengan ramuan khusus dari kerokan topengnya.

Tari Lengger Tapeng
(Foto: Instagram/@davidpradiyantosaputra)

Istilah Lengger dipakai untuk menyebutkan nama sebuah seni pertunjukan rakyat yang hidup didaerah tertentu. Arti Lengger itu sendiri sangat bervariasi tergantung nilai yang dianut oleh masyarakat setempat yang menjadi pendukung kesenian tersebut, yang semuanya berangkat dari pola yang sama yaitu Jarwo Dhosok.

Dinamakan kesenian Lengger Tapeng karena seni pertunjukan ini perpaduan antara kesenian Lengger dan Tari Topeng. Lengger Tapeng adalah suatu bentuk kesenian tradisional kerakyatan yang dibawakan penari sebagai penari Tayub dan penari laki – laki yang menggunakan topeng sebagai penari pengibing.

Dengan menggunakan topeng itu, maka Lengger di Kulon Progo disebut Lengger Tapeng yang artinya Lengger Tayub Topeng. Lengger Tapeng (Indra Cipta) terdiri dari 4 (empat) orang ledhek dan 11 (sebelas) orang pengibing atau penari pria.

Jumlah masing-masing penari dalam setiap pertunjukannya tidak terikat pada hal tersebut, tetapi dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kesenian ini menggunakan iringan terdiri atas gong, kempul, kethuk, kenong, dan angklung.

Tempat pertunjukannya bisa di dalam maupun di luar rumah, halaman, dan panggung terbuka. Lengger Tapeng mulanya dipentaskan pada malam hari, mulai pukul 20.00-02.00 WIB. Meski begitu tidak menutup kemungkinan diselenggarakan pada siang hari.

Gerak Lengger Tapeng ini merupakan susunan dari gerak dasar tari, antara lain; lembehan, ulap-ulap, atrap jamang, nyamber, dolanan sampur, aburan, dan lainnya untuk motif tarian putrid. Motif tarian putra antara lain usap rawis, bopang, tayung dan sejenisnya.

Kostum yang dipakai pada Lengger Tapeng adalah bsuana adat Jawa. Penari putri biasanya memakai kemben, kain, sampur/selendang, sanggul dengan hiasan cundhuk menthol, kalung, gelang, subang dan bros.

Penari putra memakai celana panji, kain, lontong, kamus timang, keris, jamang, iket lembaran dan untuk baju bisa memakai baju rompi atau 'ngliga' (tidak memakai baju). Tata rias untuk penari putri memakai rias cantik, dan penari putra tidak menggunakan rias, karena memakai topeng menutupi wajah.

Kesenian rakyat ini mempunyai fungsi ritual yaitu sarana dakwah untuk penyebaran agama Islam dan sebagai pelengkap upacara adat.

Upacara adat dalam masyarakat Pagerharjo utamanya untuk melepas nadarlkaul yang dikenal dengan istilah Nawung Gati. Menurut S. Prawiroatmodjo, Nawung artinya mengumpulkan, mengatur, mengubah, dan menjawab; sedangkan Gati artinya sungguh-sungguh (1988:396).

Berdasar kedua pengertian tersebut, maka Nawung Gati artinya menjawab atau memenuhi dengan sungguh-sungguh atas janji yang telah diucapkan.

Bentuk Upacara tersebut berupa selamatan yang menghadirkan Lengger Tapeng. Tari dalam upacara adat ini pada dasarnya berfungsi untuk menghadirkan roh-roh gaib yang dibutuhkan dalam upacara sebagai bukti terbayar suatu janji.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini