Share

PPKM Level 4, Okupansi Hotel di DIY Tinggal 20 Persen

Erfan Erlin, Jurnalis · Sabtu 12 Maret 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 406 2559370 ppkm-level-4-okupansi-hotel-di-diy-tinggal-20-persen-eWaVm57Isp.jpg Ilustrasi hotel (dok freepik)

KETUA DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Eryono mengatakan, awal pekan ini sebenarnya para pengusaha restoran dan hotel di Yogyakarta sudah merasa gembira menyusul pengumuman pemerintah yang meniadakan syarat tes PCR bagi pelaku perjalanan domestik yang telah menjalani vaksinasi lengkap.

Pasalnya dengan meniadakan aturan tes spesial bagi pelaku perjalanan domestik tersebut diharapkan mampu mendongkrak angka keterisian hotel dan restoran di Yogyakarta.

Sejak pandemi Covid-19 mendera tanah air sebenarnya sudah ada peningkatan angka okupansi.

"Okupansinya sudah mencapai 45,8 persen untuk DIY baik hotel bintang ataupun non bintang," tutur Deddy.

infografis

Deddy mengatakan, kala Itu pesanan penyelenggaraan MICE di hotel dan restoran yang ada di DIY sudah semakin banyak. Sehingga para pengusaha hotel dan restoran di wilayah ini optimis mereka dapat menabung untuk bekal memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Dimana ketika bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri angka keterisian Hotel selalu anjlok bahkan bisa dikatakan sangat minim. Dengan okupansi yang cukup baik menjelang bulan Ramadan maka mereka bisa membayar biaya operasional dan juga kewajiban lainnya.

"Gambaran kami, kami sudah bisa.menabung untuk membayar PBB di bulan September yang nilainya tidak sedikit karena tidak ada diskon," kata dia.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun pil pahit justru mereka terima di mana pemerintah mengumpulkan jika PPKM Level 4 diterapkan di DIY. Artinya apa yang terjadi saat ini sama dengan yang terjadi pada dua tahun yang lalu yaitu saat Covid19 mencapai puncaknya.

Sejak pemerintah mengumumkan penerapan PPKM level 4 di secara otomatis mempengaruhi iklim bisnis hotel dan restoran di wilayah ini.

Beberapa saat kemudian pihak yang sebelumnya telah memesan penyelenggaraan MICE langsung membatalkan ataupun menundanya tanpa batas waktu yang ditentukan.

"Okupansi langsung anjlok dari 45,8 persen menjadi 20 persen," tuturnya.

Jika di dunia kesehatan saturasi menjadi hal yang penting untuk kelangsungan hidup bagi penderita Covid-19, hal yang sama juga terjadi di bisnis hotel dan restoran.

Di mana saat ini saturasi bisnis hotel dan restoran di DIY menjadi sangat minim.

Di satu sisi mereka harus menanggung beban yang cukup berat karena di masa sulit ini mereka harus membayar PBB, gaji karyawan, BPJS karyawan, listrik dan biaya operasional lainnya. Padahal di sisi lain jumlah pemasukan mereka mengalami penurunan akibat PPKM level 4 di DIY.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini