Share

2022 Jadi Tahun Pemulihan Pariwisata, Sandiaga: Desa Wisata Lokomotif Ekonomi Baru

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 13 Maret 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 406 2559788 2022-jadi-tahun-pemulihan-pariwisata-sandiaga-desa-wisata-lokomotif-ekonomi-baru-VnGHvduiPT.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pada 2022 menjadi tahun di mana dimulai pemulihan bagi sektor pariwisata, serta lapangan kerja di Indonesia pasca pandemi Covid-19 berimbas parah terhadap sektor tersebut.

"Kami perlu memastikan, bahwa 2022 merupakan tahun pemulihan dan kita perlu membuka lebih banyak peluang, menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Indonesia," katanya dalam konferensi pers secara virtual bersama BNPB bertajuk 'Deep Dive Into Safe Covid-19', belum lama ini.

Sandiaga menjelaskan, selama pandemi telah terjadi pergeseran perilaku wisatawan, yakni dari destinasi wisata bersifat massal salam satu kawasan. Termasuk sejumlah daerah wisata ruang terbuka, bersama ruang lingkup yang lebih kecil. Desa wisata misalnya, memiliki kawasan ruang terbuka.

Infografis Desa Wisata

Pihaknya juga telah menerapkan atau menyesuaikan kebiasaan baru pola hidup masyarakat setempat supaya lebih sehat, pelatihan protokol kesehatan, pemasangan kode batang (QR code) pada aplikasi PeduliLindungi. Selain itu memerhatikan standar kebersihan dan kesehatan makanan.

Sandiaga juga percaya bahwa di 2022 ini adalah tahun kemenangan dalam menghadapi pandemi. Serta apabila semua bisa melakukan kerja sama dengan baik, maka akan terbentuk ekonomi baru, khususnya di desa-desa wisata.

"Nantinya, akan terbentuk ekonomi baru di desa wisata yang akan menjadi lokomotif kita untuk menciptakan lebih banyak peluang, dan pemulihan jumlah pekerjaan yang hilang selama pandemi," katanya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menambahkan, bahwa desa wisata adalah bagian dari program pengendalian pandemi Covid-19.

Program yang dimaksud di antaranya pelonggaran aktivitas kedatangan wisatawan mancanegara tanpa ketentuan karantina di pintu kedatangan Batam, Bintan dan Bali.

"Setelah mereka (wisatawan mancanegara) masuk ke Indonesia, di pintu kedatangan mereka bisa melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia yang sangat indah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini