Share

5 Kota Mati di Dunia, Ditinggal Penduduk Akibat Perang hingga Bencana Nuklir

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 408 2563396 5-kota-mati-di-dunia-ditinggal-penduduk-akibat-perang-hingga-bencana-nuklir-Z6GKXKWSBB.jpg Pripyat, salah satu kota mati di Ukraina (iStock)

KOTA mati, kota hantu, atau ghost town adalah kota telantar yang ditinggal penduduknya, hanya menyisakan sisa bangunan dan infrakstur.

Biasanya kota ini menjadi โ€œmatiโ€ karena perekonomian yang telah gagal, korban bencana alam, bencana nuklir, atau pelanggaran hukum tanpa henti.

Berikut ini adalah kota-kota mati yang ada di dunia dilansir dari berbagai sumber.

Pripyat, Ukraina

Pripyat terletak pada bagian utara Ukraina, tak jauh dari perbatasan Belarus. Pada 26 April 1986, terjadi sebuah kecelakaan nuklir pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Soviet di Chernobyl.


Tadinya, Pripyat dibangun sebagai tempat bermukim para pekerja, dengan 13.000 apartemen, sekolah, toko, kafe, gedung olahraga, dan rumah sakit.

Ilustrasi

Chernobyl, Ukraina (Unsplash)

Namun, akibat ledakan tersebut membuat seluruh warga harus dievakuasi, bahkan beberapa sudah terpapar radiasi dan mengalami gangguan kesehatan.

Setelah ditutup oleh Soviet, Pripyat kini tak berpenghuni. Para ilmuwan mengatakan, dibutuhkan waktu berabad-abad sampai kota ini aman untuk didatangi.

Vorkuta, Rusia

Vorkuta berada di barat laut Rusia. Dulunya merupakan kawasan penambangan batu bara pada tahun 1932. Para tahanan kamp Stalin melakukan kerja paksa di bawah kekuasaan Soviet. Sebagian besar meninggal karena suhu dingin yang ekstrem.


Lalu, usai kejatuhan Soviet pada 1991, orang-orang mulai meninggalkan Vorkuta, tapi segelintir masih bertahan karena tidak ada cukup tabungan untuk pindah. Banyak rumah-rumah ditinggalkan dengan furnitur dan dinding yang beku diselimuti es.

Centralia, Pennsylvania

Silent Hill adalah julukan yang disematkan untuk Centralia. Lokasinya berada di Columbia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada abad ke-20, Kota Centralia tadinya adalah pusat tambang batu bara aktif dan berpenduduk di tahun 1960-an. Namun, sebuah tragedi terjadi tahun 1962, yakni kebakaran batu bara di kota tersebut.

Berawal dari pembuangan sampah, lalu menyebar ke lorong batu bara lain yang digali para penambang di bawah permukaan tanah. Api tidak bisa dipadamkan meski para warga sudah berusaha.

Akhirnya, berbondong-bondong mereka mengungsi dan pemerintah Pennsylvania memerintahkan untuk merobohkan sebagian besar bangunan. Bahkan hingga saat ini, asap yang ditimbulkan akibat kebarakaran batu bara itu masih menguap.

Oradour-sur-Glane, Prancis

Oradour-sur-Glane adalah lokasi di mana kekejaman Perang Dunia II terjadi. Lokasinya sejauh 144 mil dari barat laut Limoges. Seluruh wilayah itu dibumihanguskan hingga rata dengan tanah.

Penduduknyadibunuh oleh pasukan Jerman, ditembaki dengan senapan, sementara wanita dan anak-anak dikurung di sebuah gereja lalu diledakkan bersamaan.

Hanya segelintir yang bisa menyelamatkan diri. Setelah peristiwa itu, Presiden Charles de Gaulle memerintahkan agar Oradour-sur-Glane dibiarkan sebagai peringatan atas kematian para korban. Masih terdapat sisa-sisa mobil, pagar, dan bangunan yang separuh hancur.

Ilustrasi

Pulau Hashima, Jepang

Pulau Hashima, atau dikenal sebagai Gunkanjima, terletak di lepas pantai Nagasaki, Jepang. Tadinya, pulau ini berpenghuni. Pada tahun 1887, berlangsung operasi penambangan bawah laut di pulau yang bisa menampung lebih dari 5.000 orang.

Hashima menjadi saksi bisu bagaimana Jepang mengomandoi kerja paksa pada ribuan orang Korea dan tahanan perang China. Lalu, saat tenaga batu bara beralih menjadi bensin, terjadi penurunan harga batu bara sehingga banyak tambang yang ditutup, salah satunya kawasan Hashima.

Jepang resmi menutup Hashima pada 1974. Beberapa kali Pulau Hashima dijadikan lokasi syuting film seperti James Bond: Skyfall dan Attack on Titan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini