Share

2022 Jadi Awal Kebangkitan Industri Pariwisata Bantul, Pendapatan Capai Rp6 Miliar

Kuntadi, Jurnalis · Minggu 20 Maret 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 19 406 2564278 2022-jadi-awal-kebangkitan-industri-pariwisata-bantul-pendapatan-capai-rp6-miliar-WCku5yY2ep.jpeg Ilustrasi traveling (dok. Pexels)

SEMPAT mati suri selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, geliat pariwisata di Kabupaten Bantul mulai terasa. Meski belum pulih namun kunjungan wisatawan terus meningkat.

Ketua Koperasi Notowono, Purwoharsono mengatakan, koperasinya mengelola sejumlah objek wisata alam di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.

Masyarakat banyak yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Namun karena pandemi Covid-19 mereka banyak yang menganggur apalagi objek wisata sempat ditutup.

infografis

Pada awal 2020 saat awal pandemi, jumlah wisatawan mencapai 988.233 wisatawan. Pada tahun 2021 terus menurun menjadi 739.369 orang.

“Sebelum pandemi dalam setahun bisa 2,4 juta wisatawan,” katanya.

Selama 2021 hampir seluruh destinasi wisata lumpuh, seiring diterapkannya PPKM Level 4. Saat itulah objek wisata ditutup dan tidak ada pemasukan bagi warga. Waktu itu menjadi yang paling berat.

Pembukaan uji coba destinasi wisata menjadi angin segara bagi bangkitnya pariwisata. Meski protokol kesehatan diterapkan secara ketat, namun wisatawan mulai datang meski terbatas.

“Akhir 2021 menjadi harapan baru, wisata bangkit,” kata pria yang akrab disapa Ipung ini.

Memasuki awal 2022, jumlah wisatawan terus menggeliat. Bahkan jumlah pengunjung sampai pertengahan Maret mencapai 268.082 orang.

Saat ini pengelola terus berpenah agar kembali dilirik wisatawan.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan pada 2021 jumlah kunjungan di Bantul mencapai 1,4 juta wisatawan. Angka ini jauh sebelum masa pandemi yang mencapai lebih dari tiga juga dengan pendapatan mencapai Rp31 miliar.

Memasuki awal 2022, menjadi angin segar bagi kebangkitan wisata. Sampai bulan ketiga ini sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp6 miliar.

“Kami masih menunggu kebijakan pemerintah pusat, untuk menggelar atraksi kami belum berani,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini