Share

Lezatnya Nasi Balap Puyung Mandalika, Begini Sejarah Namanya

Antara, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 20 301 2564629 lezatnya-nasi-balap-puyung-mandalika-begini-sejarah-namanya-W8HW5xMRDE.jpg Nasi Balap Puyung 'Inaq Esan' (Antara)

KULINER lokal nan lezat menjadi salah satu hal yang dicari wisawatan saat berkunjung ke suatu destinasi wisata, termasuk kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP 2022 pada 18-20 Maret 2022.

Ada berbagai pilihan untuk Anda khususnya pencinta sensasi rasa pedas, di sekitar Lombok Tengah, salah satunya Nasi Balap Puyung "Inaq Esun" yang terletak di Jl. By Pass Bil Praya, Tanak Awu, Pujut, Lombok Tengah.

 BACA JUGA: Nikmati Ragam Wisata Kuliner NTB, Penampilannya Mengunggah Selera Makan

Kuliner ini terdiri dari nasi putih, kacang kedelai dengan lauk ayam plecingan dan ayam kriuk. Tiga suapan nasi ini rasanya sudah cukup mampu membuat Anda mulai mengeluarkan keringat. Cita rasa pedas perlahan akan memenuhi mulut Anda namun tangan tak kuasa menahan suapan berikutnya.

 

Seorang penggemar cita rasa pedas asal Jakarta, Lisa menjadikan kuliner ini favoritnya. Dia tak perlu lagi meminta tambahan sambal pada karyawan restoran. Selama kunjungannya ke Lombok menurut dia Nasi Balap Puyung termasuk salah satu kuliner terbaik.

 BACA JUGA: Kuliner Legendaris Indonesia Turut Dipromosikan di MotoGP Mandalika 2022

Wiwin, pengelola Nasi Balap Puyung "Inaq Esun" mengatakan, menu sederhana ini bertahan sejak lama. Berbicara asal penamaan nasi ini, maka terkait dengan seorang wanita bernama Inaq Esun.

Pada tahun 1970-an, dia berjualan makanan di Pasar Kebon Roek, Mataram dengan sistem barter. Makanan yang dia jual cenderung menjadi rebutan para pelanggannya. Sekitar 20 tahun kemudian, Inaq Esun memiliki cucu yang berprofesi sebagai pembalap lokal dan sering memenangkan pertandingan.

Usai sang cucu yang tak disebutkan namanya itu menang balap, selalu saja mengajak teman-temannya maka di warung nasi milik neneknya. Dari sanalah kemudian warung nasi sang nenek diberi nama Nasi Balap Puyung.

"Sekarang cucunya (Inaq Esun) melanjutkan. Nasi, kacang kedelai, ayam plecingan, ayam kriuk. Menu ini bertahan sejak lama. Lauk dibawa dari puyung supaya rasanya sama," kata Wiwin, Sabtu malam.

 Ilustrasi

Seporsi Nasi Balap Puyung dibanderol Rp20 ribu. Dalam sehari, Wiwin mengaku menyiapkan sebanyak 65 porsi dan selalu habis apalagi di masa gelaran ajang MotoGP 2022 Mandalika. Menurut Wiwin, sebagian pelanggan datang makan langsung di tempat dan lainnya memilih membawa pulang nasi untuk disantap di penginapannya.

Mandalika sendiri berjarak sekitar 27 km dari Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abduk Madjid atau membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Ini termasuk satu dari lima destinasi super prioritas atau 5DSP selain Danau Toba, Likupang, Borobudur dan Labuan Bajo yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini