Share

Dear Traveler, Disneyland Shanghai Tutup di Tengah Lonjakan Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 406 2565150 dear-traveler-disneyland-shanghai-tutup-di-tengah-lonjakan-covid-19-L86RBVBadH.jpg Ilustrasi traveling (dok Freepik)

PIHAK Disney Co menutup taman hiburannya di Shanghai pada Senin 21 Maret 2022.

Hal ini lantaran pihak berwenang China sedang mencoba mengendalikan wabah virus corona terbesar di kota itu dalam dua tahun.

Melansir Reuters, Disney mengatakan Disneyland, Disneytown, dan Wishing Star Park di Shanghai akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Shanghai melaporkan 24 kasus baru per Senin.

infografis

Pemerintah kota terpadat di China dengan 24 juta orang telah menghindari penutupan bisnis dan fasilitas umum di seluruh kota.

Namun, telah mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah jika memungkinkan. Layanan bus ke kota telah ditangguhkan dan pengunjung harus menunjukkan tes virus negatif.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kota ini sebelumnya menangguhkan akses ke dua area perumahan dan melakukan pengujian massal di lusinan lainnya.

Sementara itu, Changchun dan Jilin di timur laut memulai putaran selanjutnya dalam pengujian virus di seluruh kota menyusul lonjakan infeksi. Jilin memperketat perbatasan dengan memerintahkan dua juta penduduknya untuk tinggal di rumah.

Jumlah kasus China dalam gelombang infeksi terbarunya cukup rendah dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Namun, pihak berwenang menerapkan strategi “tanpa toleransi” yang telah menangguhkan akses ke beberapa kota besar.

Pemerintah melaporkan 2.027 kasus baru dalam 24 jam hingga Ahad (20/3/2022) tengah malam, naik dari hari sebelumnya 1.737. Itu termasuk 1.542 kasus di provinsi Jilin, tempat kota Changchun dan Jilin berada.

Sedangkan pemerintah Shenzhen yang merupakan pusat keuangan dan teknologi yang berbatasan dengan Hong Kong mengumumkan, bisnis dan kantor pemerintah diizinkan untuk dibuka kembali pada Senin. Pihak berwenang juga tetap mengambil langkah-langkah untuk mencoba mencegah kebangkitan kasus virus.

Kota berpenduduk 17,5 juta itu menutup semua bisnis kecuali yang memasok makanan dan kebutuhan lainnya. Layanan bus dan kereta bawah tanah ditutup dan meminta masyarakat untuk tinggal di rumah menyusul lonjakan kasus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini