Share

Okupansi Hotel Meningkat 20 Persen Karena Pertemuan G20 di Yogyakarta, Ini Faktanya

Antara, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 406 2567549 okupansi-hotel-meningkat-20-persen-karena-pertemuan-g20-di-yogyakarta-ini-faktanya-fc6dfEENrI.jpg Ilustrasi Hotel (dok. Freepik)

AGENDA Pertemuan G20 di Yogyakarta mampu mendongkrak tingkat okupansi hotel di wilayah DIY. Hampir semua hotel okupansinya terdongkrak hingga 20 persen.

“Untuk hotel bintang empat dan lima, okupansinya bisa 30 persen bahkan bisa 50 persen,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono.

Pertemuan G20 ini banyak menggunakan venue pertemuan di Hotel Royal Ambarrukmo, Hotel Tentrem, Sheraton Mustika dan Hyatt pertemuan G20. Namun beberapa hotel bintang empat dan lima lainnya juga ikut dipilih sebagai tempat menginap pendamping atau keluarga para delegasi G20.

infografis

"Ternyata delegasi G20 banyak yang bawa keluarga. Hampir enam hotel yang terpakai meski itu di luar penunjukan oleh panitia G20," ujar Deddy.

Dampak positif dari agenda G20, lanjut dia, juga ikut dirasakan hotel bintang tiga ke bawah. Pemilihan DIY sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan pertemuan G20 menegaskan bahwa provinsi ini aman, nyaman, dan sehat untuk disinggahi.

"Kalau tidak aman, nyaman, dan sehat tentunya tidak dipilih sebagai tempat penyelenggaraan G20," ujar dia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dampak positif tersebut, menurut Deddy, semakin diperkuat dengan penurunan status PPKM di DIY dari level 4 ke level 3. Selain wisatawan atau tamu kategori keluarga, kegiatan MICE (meeting, Incentive, convention, Exhibition) baik dari kementerian maupun swasta juga ikut bermunculan.

“Kemarin PPKM naik ke Level 4 banyak yang menunda, sekarang sudah kembali. Hanya hotel non bintang masih sepi,” ujarnya.

Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma mengatakan sejak 20 Maret 2022 okupansi hotel Grand Inna Malioboro di atas 85 persen.

Tingginya tingkat hunian kamar hotel itu disebabkan kepercayaan pelanggan yang mulai pulih sehingga menggelar event-event berskala nasional di DIY.

“PPKM yang turun level juga mendongrak kunjungan,” katanya. (nia)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini