Share

Jelang Ramadan, Wisatawan Banjiri Asia Afrika Bandung

Ervand David, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 27 549 2568492 jelang-ramadan-wisatawan-banjiri-asia-afrika-bandung-iFZhkgJWn6.jpg Ilustrasi traveling (dok. Freepik)

SETELAH pelonggaran aturan yang ditetapkan pemerintah, ribuan orang memadati kawasan wisata Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 26 Maret 2022. Kepadatan itu terlihat sejak sore hingga malam hari.

Banyak wisatawan yang masih khawatir dengan masyarakat yang terlalu berkerumun di kawasan tersebut dapat menularkan Covid-19. Namun, euforia melandainya kasus Covid-19 dan pelonggaran aturan, membuat mereka tetap menikmati suasana.

Pantauan di lokasi, kawasan Asia Afrika terus didatangi ribuan wisatawan dari dalam maupun luar kota. Dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua, terlihat berkerumun di ruas Jalan Asia Afrika mulai dari kawasan Gedung Merdeka hingga Alun-alun Bandung.

infografis

Helmi, wisatawan asal Bekasi mengatakan, berlibur ke Kota Bandung untuk mengisi akhir pekan.

"Walaupun aturan sudah diperlonggar, saya tetap khawatir tertular Covid-19 karena banyak wisatawan lain yang abai prokes (protokol kesehatan)," kata Helmi.

Diketahui, kawasan Asia Afrika merupakan lokasi wisata murah meriah favorit warga. Di sini, warga Kota Bandung dan wisatawan menikmati suasana kota dengan gedung-gedung berarsitektur klasik art deco peninggalan kolonial Belanda.

Tak sedikit pula warga berkerumun di kawasan Jalan Braga. Mereka sekadar berbincang, menikmati jajanan, sambil merasakan hawa Kota Bandung yang sejuk.

Banyak pula pengunjung yang datang untuk berswafoto atau foto bersama dengan latar belakang gedung bersejarah di kawasan itu.

Selain berfoto di beberapa spot menarik, para wisatawan juga bisa foto bersama para cosplayer yang mangkal di sana. Mereka bisa memilih berfoto dengan tokoh anime dan hantu. Seperti, Falak, kuntilanak, sundelbolong, pocong, dan lain.

Akibat banyaknya masyarakat yang berkumpul di Jalan Asia Afrika, arus lalu lintas di kawasan itu padat merayap. Sesekali laju kendaraan tersendat karena banyak warga yang menyeberang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini