Share

Sandiaga: Wisata Religi Jadi Pilihan Utama saat Ramadan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 406 2569328 sandiaga-wisata-religi-jadi-pilihan-utama-saat-ramadan-airGf27uJx.jpg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Kemenparekraf)

MENYAMBUT bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, sejumlah destinasi wisata religi diprediksi akan dipadati oleh para wisatawan. Begitu pula dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, bahwa wisata religi jadi pilihan utama.

"Wisata religi atau wisata halal, apalagi kita akan memasuki Ramadan akan menjadi pilihan utama," ujarnya dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (28/03/22).

 BACA JUGA: Pesona Masjid Cut Meutia, Cagar Budaya dan Wisata Religi yang Tak Pernah Sepi

Sandiaga melanjutkan, khususnya Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah memiliki prestasi sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik. Serta menyandang sebagai best honeymoon destination in the world.

Oleh karena itu, kata Sandiaga, pihaknya akan terus berupaya mendorong potensi wisata religi atau halal di Indonesia ini. Di mana penduduk Indonesia merupakan mayoritas muslim, sehingga bisa lebih nyaman ketika melancong ke berbagai daerah di seluruh penjuru Nusantara.

 

"Tentunya ini akan terus kita dorong, karena potensi pasarnya besar, dan ini konsepnya extension of service yaitu perluasan dari pelayanan untuk para wisatawan," terangnya.

 BACA JUGA: Yuk Jelajahi 9 Destinasi Wisata Religi Banten

Menurut Sandiaga, ada tiga hal yang menunjang adanya wisata religi ini. Pertama, Good to Have yakni disediakannya seperti makanan halal, tempat ibadah di sejumlah tempat wisata. Khususnya untuk menyambut G20, di mana fasilitas tersebut dapat semakin memperlengkap penyambutan forum kerja sama multilateral itu.

Kedua adalah Nice to Have, yakni yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pariwisata berbasis halal. Kemudian ketiga yaitu Must to Have, artinya selain menyediakan tempat ibadah juga makanan-makanan yang dijual harus bersertifikasi halal.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini