Share

Mudik Lebaran Dibolehkan, Okupansi Hotel di Sleman Capai 60 Persen

Erfan Erlin, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 406 2569491 mudik-lebaran-dibolehkan-okupansi-hotel-di-sleman-capai-60-persen-Tx7PBcKFSu.jpg Ilustrasi hotel (dok Freepik)

KALANGAN perhotelan di Kabupaten Sleman kini mulai bernapas lega. Mereka mengaku bahagia karena mudik Lebaran sudah dibolehkan dengan syarat vaksin dosis 1 dan 2 serta booster.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo mengatakan, pelonggaran aturan mudik pada libur Lebaran nanti dipastikan akan membawa dampak positif bagi dunia pariwisata.

Pariwisata akan lebih menggeliat lagi dengan kehadiran para pemudik.

"Ketika pariwisata bergerak maka perekonomian pun akan turut bergerak," ujar dia.

infografis

Pelonggaran aturan mudik ini tentu akan membuat membuat iklim bisnis perhotelan mulai menggeliat. Sejak Presiden Jokowi membuat statetment berkaitan dengan pelonggaran aturan mudik, banyak pelanggan dari luar kota mulai melakukan konfirmasi.

Beberapa grup mulai menanyakan untuk melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Beberapa group dari Surabaya, Bandung, Bekasi, Semarang sudah mulai menjajaki untuk melakukan perjalanan wisata ke DIY dan sekitarnya.

"Saya harap tidak ada perubahan lagi. Sehingga group-group dari luar daerah itu langsung booking tempat,"harapnya.

Joko menyebut, mulai pekan ini, okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel mulai naik. Okupansi saat ini sudah mencapai 50 hingga 60 persen. Ia memperkirakan, peningkatan akan terjadi pada Mei 2022 mendatang.

Terlebih, pada Mei ada sejumlah tanggal merah atau hari libur.

"Pada Minggu (27/3) kemarin, trip lalu lintas di wilayah DIY mulai macet. Ada kenaikan sekitar 10 persen sampai 12 persen," lanjutnya.

Joko menambahkan, untuk menyambut tingginya wisatawan yang menginap, hotel dan restoran yang bernaung dalam PHRI sudah berlomba menyiapkan paket untuk para tamu.

Mulai dari paket bulan puasa, paket program setelah Ramadan juga sudah disiapkan. Kendati ada sinyal positif dari diperbolehkannya mudik, namun pihaknya meminta protokol kesehatan tetap dipatuhi oleh semua orang. Ia mengakui jika saat ini adalah masa transisi menuju endemi namun warga harus tetap waspada.

"Seperti di masa dulu masa TBC, malaria, flu burung ya masa seperti sekarang ini. Flu burung, malaria, TBC kan masih ada," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini