Share

15.000 Wisman Masuk Indonesia Bebas Karantina, Sandiaga: Angin Segar bagi Pelaku Pariwisata

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 406 2570139 15-000-wisman-masuk-indonesia-bebas-karantina-sandiaga-angin-segar-bagi-pelaku-pariwisata-N6BtJ0C7DU.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, sejak diberlakukannya bebas karantina dan pemberlakuan Visa on Arrival (VoA) bagi 42 negara, kini 15.000 wisatawan mancanegara (wisman) telah masuk ke Indonesia.

"Menjadi angin segar bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta UMKM!" tulis Sandiaga dalam akun Instagram pribadinya @sandiuno.

Sandiaga menyebut, bahwa masuknya 15.000 wisman tersebut merupakan wujud dari kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu guna menyelamatkan lapangan kerja dan membangkitkan kembali ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.

Ia menambahkan, bahwa Kemenparekraf bersama lintas kementerian atau lembaga lainnya, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bekerja keras dalam menyambut era ekonomi baru pasca pandemi.

"Saya bersama Bapak Presiden @jokowi akan terus bekerja secara keras dalam menyambut era ekonomi baru pasca pandemi, dengan tujuan tegas yakni menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya," tuturnya.

Saat ini visa on arrival kembali diperluas. Di mana perluasan tersebut mencakup 42 negara, dan Indonesia membantu dengan promosi kebijakan tanpa karantina bagi Pelaku Perjalan Luar Negeri (PPLN).

"Ini adalah bagian dari tatanan ekonomi baru, dan kami di Kemenparekraf akan aktif mulai menyusun secara detail kegiatan pariwisata, kegiatan ekonomi kreatif," tambahnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sandiaga menambahkan, dalam kegiatan transisi ini juga perlu kesiapan. Hal ini karena terdapat tanda-tanda baru, bahwa varian-varian (Covid-19) terus muncul.

Akan tetapi sejauh ini Indonesia bisa mengendalikan Covid-19, dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga positivity rate-nya terus menurun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini