Share

Intip Perayaan Puncak Musim Bunga Sakura di Tengah Kekhawatiran COVID-19

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 406 2570528 intip-perayaan-puncak-musim-bunga-sakura-di-tengah-kekhawatiran-covid-19-KCo6Cttywp.jpg Bunga sakura bermekaran di Kuil Zojoji, Tokyo, Jepang (Foto AP via VOA)

WARGA di seluruh Jepang merayakan puncak musim bunga sakura satu minggu setelah pembatasan COVID-19 dicabut, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan perebakan kembali virus tersebut.

Pepohonan bermekaran penuh minggu ini di banyak tempat di Jepang. Puncak mekar bunga Sakura di Tokyo yang terjadi pada Minggu 27 Maret 2022, menurut Badan Meteorologi Jepang, menarik banyak orang yang sebelumnya selama dua tahun menghindari berpartisipasi dalam tradisi nasional itu karena pandemi.

Di Taman Chidorigafuchi, "hanami" atau tempat melihat bunga sakura yang terkenal di sebelah barat laut Istana Kekaisaran, ribuan orang melihat bunga merah muda pucat yang lembut sambil berjalan-jalan di bawah deretan pohon atau dari perahu dayung di parit istana.

"Saya merasa hidup akhirnya kembali normal. Di sini, di pusat kota, orang-orang sudah menunggu begitu lama," kata Takanori Shiwaku, seorang pemilik kafe berusia 62 tahun, sambil mengagumi bunga-bunga di taman itu.

Ia mengatakan bunga sakura, yang mekar dan kemudian jatuh secara massal, dikaitkan dengan kemurnian.

"Saya sudah pasti ingin datang kesini tahun ini, dan saya sangat senang," kata Midori Hayashi, seorang pensiunan berusia 75 tahun yang sebagian besar tinggal di rumah selama dua tahun terakhir.

Cherry blossoms, atau "sakura", adalah bunga favorit Jepang dan biasanya mekar mencapai puncaknya pada akhir Maret hingga awal April, tepat saat negara tersebut merayakan awal tahun sekolah dan usaha baru.

Di banyak taman, tahun ini para pengunjung diminta untuk tidak berkumpul di bawah pohon untuk pesta minum yang merupakan tradisi saat merayakan musim ini sebagai bagian dari langkah pencegahan perebakan virus yang berkelanjutan.

Tokyo melaporkan 7.846 kasus COVID-19 baru pada Selasa (29/3), dua kali lipat lebih dari 3.533 seminggu sebelumnya, dalam perebakan yang dikaitkan dengan subvarian baru Omicron.

Ilustrasi

Secara nasional, Jepang mencatat 29.740 kasus baru pada Senin (28/3), naik sedikit dari minggu sebelumnya, sehingga total kasus di negara itu menjadi sekitar 6,4 juta, termasuk sekitar 28.000 kematian.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan peningkatan tersebut menekankan "penyebaran subvarian BA.2 dari Omicron yang menggantikan varian yang ada dengan kecepatan signifikan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini