Share

Sambut Bulan Ramadan, Begini Tradisi Tumbalan Gunung Batu di Lembang

Adi Haryanto, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 406 2571474 sambut-bulan-ramadan-begini-tradisi-tumbalan-gunung-batu-di-lembang-eoxOOCqZyv.jpg Tradisi tumbalan gunung batu (dok MPI/Adi H)

SAMBUT bulan suci Ramadan 1443, warga Kampung Buniasih, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar tradisi lokal 'Tumbalan Gunung Batu', Kamis 31 Maret 2022.

Tradisi ini digelar di puncak Gunung Batu, yang merupakan bagian dari Sesar Lembang. Proses ritual dimulai dengan ratusan warga berjalanan beriringan menuju Gunung Batu. Mereka membawa sejumlah sesaji termasuk kambing yang nanti akan disembelih di puncak Gunung Batu.

Sesampainya di puncak gunung, juru kunci Gunung Batu, Abah Ujang memimpin ritual dengan menyembelih kambing. Kepala kambing dikubur bersama sejumlah sesaji lain.

infografis

Sementara bagian tubuhnya dibagikan kepada warga yang datang. Setelah semua prosesi selesai, warga bersama-sama menyantap makanan yang sebelumnya mereka bawa. Acara sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

"Ini ritual yang digelar rutin oleh masyarakat. Jadi setiap tahun kalau mau puasa selalu dilaksanakan potong kambing di Gunung Batu," kata Abah Ujang.

Menurut Abah Ujang, tradisi lokal itu digelar di puncak Gunung Batu karena memiliki histori dan untuk menghormati para leluhur. Terkait pemotongan seekor kambing berwarna hitam, hal itu dipercaya dapat menjadi penolak bala.

"Memotong kambing, filosofinya sebagai permintaan keberkahan bagi warga, keselamatan, khususnya untuk warga Langensari dan umumnya semuanya," ujar Abah Ujang.

Gunung Batu sebagai lokasi kegiatan, tutur Abah Ujang, diyakini merupakan tempat berkumpulnya para Pangangung yang disebut para dalem atau petinggi. Hal itu ditandai dengan keberadaan dua makam keramat atau petilasan, yang tertulis atas nama Embah Mangkunagara yang dulunya sebagai kepala negara dan Embang Jambrong yang menjadi wakilnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Heri Partomo mengaku sangat mendukung upaya masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. Ke depan, Disparbud KBB akan menggali potensi budaya di masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, dan akan berkomunikasi dengan kepala desa, sesepuh adat, untuk menggali budaya yang ada di wilayahnya," tutur Kadisparbud KBB.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini