Share

Misteri 3 Patung di Belakang Kantor Balai Kota Malang, Konon Bisa Bergerak Sendiri

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 406 2571845 misteri-3-patung-di-belakang-kantor-balai-kota-malang-konon-bisa-bergerak-sendiri-lfEHnr23wH.JPG Patung beraura mistis di Taman Rekreasi Kota, Malang, Jawa Timur (Foto: MPI/Avirista Midaada)

TAMAN Rekreasi Kota (Tarekot) Malang merupakan taman wisata yang terkenal di masanya. Taman rekreasi yang berada tepat di belakang kantor Balai Kota Malang ini dimanfaatkan sebagai kolam renang dan taman bermain dahulunya.

Tak banyak yang tahu di balik ikoniknya tempat wisata di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyimpan misteri tersendiri.

Kini lokasi taman wisata yang dulunya ramai sudah sepi, pembangunan gedung Mini Block Office Balai Kota Malang, membuat taman wisata ini hanya difungsikan sebagai tempat parkir mobil, sepeda motor, dan beberapa kendaraan dinas mulai bus, truk, hingga kendaraan roda tiga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Di tengah sejumlah mobil-mobil dan kendaraan bermotor inilah misteri-misteri mengenai tempat wisata terbengkalai ini berkembang. Apalagi ada energi khusus dari beberapa lokasi dan bangunan tepat di pinggir Sungai Brantas ini.

3 Patung Beraura Mistis

(Foto: Avirista Midaada/MPI)

Selain makam misterius yang ada di tempat parkir belakang Balai Kota Malang, yang juga menjadi bagian dari lokasi Taman Rekreasi Kota (Tarekot) Malang, ada benda semacam tiga patung dan tandon air yang konon menyimpan misteri.

Berdasarkan penelusuran MNC Portal, suasana menjelang malam memang dipenuhi energi kuat di sisi paling timur dari tempat parkir belakang Balai Kota Malang, yang berdekatan dengan kolam renang Tarekot. Area ini memang dipenuhi beberapa pohon besar dengan energi yang kuat.

Rindangnya pepohonan akan berganti dengan kesan mistis saat malam tiba. Terlebih keberadaan dua patung menghadap ke barat laut, dan satu patung anoman yang berada di atas tandon air menghadap ke utara ke arah balai kota.

Menariknya tiga patung ini mempunyai energi berbeda-beda yang konon menjadi representasi makhluk tak kasat mata penjaga mata air yang menjadi penyuplai ke Balai Kota Malang.

Patung laki-laki Arjuna dan perempuannya bahkan bola matanya bisa bergerak sendiri saat didatangi orang.

Hal ini tampak dari energi residual yang dirasakan saat penelusuran di sore menjelang petang di lokasi.

Sementara patung Hanoman yang berada di atas tandon memang memiliki energi lebih kuat dan seolah menjadi raja dari dua patung lainnya.

Tetapi energi ketiga patung tersebut masih kalah dibanding dengan energi makhluk tak kasat mata di sekitar area sumber air. Sosok kakek tua dan makhluk tinggi besar berbulu hitam setinggi pohon terlihat menunjukkan eksistensinya.

Sementara beberapa ayunan juga dihuni energi residual makhluk tak kasat mata yang sering iseng menggerakkan ayunan tersebut. Wujud anak kecil tak terlihat juga bisa terasa di lokasi ini, tak jarang sosok anak kecil inilah yang mencoba menggoda dan mengajak main.

Pemerhati budaya Agung H. Buana menjelaskan, tiga patung ini awalnya tidak berlokasi di taman wisata yang kini tak lagi berfungsi, namun karena proses pencarian sumber mata air hingga berpuluh-puluh meter dalamnya yang dilakukan selama berhari-hari tak juga menemukan diputuskan menggunakan cara supranatural.

3 Patung Beraura Mistis

(Foto: Avirista Midaada/MPI)

Dari sanalah diperoleh kesepakatan dengan makhluk tak kasat penunggu sumber mata air untuk menaruh patung di lokasi tersebut.

"Beberapa masukan warga dan sesepuh di sini Sumber-sumber air di sekitar balai kota ada penunggunya dan menjaga secara spiritual. Ada dua sumber besar di sini dan kolam renang besar. Sumber inilah kebutuhan air balai kota terpenuhi. Syarat (penunggu sumber mata air ini) yang dimintakan minta dipasangkan patung ini," ucap Agung Buana.

Menurutnya, patung ini awalnya berada di rumah dinas wali kota saat tengah dijabat oleh Soesamto yang menjabat antara tahun 1988 sampai 1998. Patung itu memang sengaja dibuat dan diletakkannya di depan rumah yang dianggap sebagai bagian dari penjaga rumah wali kota saat itu.

Menariknya ada kisah misteri sendiri dikatakan Agung, pada tiga patung sebelum akhirnya dipindahkan ke kawasan Tarekot belakang Balai Kota Malang pada tahun 2013.

Saat berada di rumah dinas wali kota, patung tersebut membawa sebuah busur dan panah yang mengarahkannya ke luar rumah membelakangi rumah, yang dipercaya dapat menjadi tolak bala atau membentengi dari hal-hal yang tak baik, karena energi yang dimilikinya.

"Tetapi entah gimana ceritanya saat hendak dipindahkan ternyata patung itu berbalik arah memanahnya, mengarahkan busur panahnya ke dalam rumah. Kalau orang Jawa kan nggak baik makanya dipindah," ungkap dia.

Cerita mistis lain datang dari beberapa staf yang terlibat pemindahan patung termasuk Agung. Dimana awalnya tiga patung tersebut dipindahkan di tahun 2013 dari rumah dinas wali kota ke belakang Balai Kota Malang.

3 Patung Beraura Mistis

(Foto: Avirista Midaada/MPI)

"Ternyata ada staf saya yang diimpeni (dimimpiin) penjaganya untuk minta dipindahkan di dekat tandon air," ucapnya.

Akhirnya tiga patung itu dipindahkan ke lokasi dekat tandon air yang sekaligus menjadi sumber mata air yang jadi tumpuan pengairan di kawasan Balai Kota Malang.

Alhasil, konon lancar tidaknya aliran air di kawasan Balai Kota kini juga bergantung pada sosok penunggu sumber mata air yang ada di belakang Balai Kota Malang.

Hingga kini ketiga patung itu menjadi hiasan di sudut Tarekot. Ketiga patung ini menjadi saksi bisu perjalanan kawasan pusat pemerintahan Kota Malang yang bakal genap berusia 108 tahun pada 1 April 2022 ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini