Share

Jajaki Kerja Sama Pariwisata dengan Timor Leste, Ini Harapan Sandiaga Uno

Antara, Jurnalis · Selasa 05 April 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 05 406 2573300 jajaki-kerja-sama-pariwisata-dengan-timor-leste-ini-harapan-sandiaga-uno-1Q1xo91H2x.JPG Menparekraf, Sandiaga Uno dan Dubes RI untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berharap wisatawan mancanegara (wisman) asal Timor Leste dapat meningkatkan pengeluaran (spending) ketika mengunjungi berbagai wilayah di Republik Indonesia (RI).

"Jika dilihat dari spending wisatawan Timor Leste memang tidak berdampak secara signifikan, hanya sekitar 187,71 dolar AS per kunjungan atau USD31,34 per-hari," katanya saat bertemu Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Okto Dorinus Manik.

Para wisman dari Timor Leste disarankan untuk membeli produk-produk ekonomi kreatif dari Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan kawasan perbatasan agar semakin memperkuat ekonomi nasional.

Kendati demikian, begitu, kata dia, jumlah pelancong Timor Leste yang berkunjung ke Indonesia cukup banyak. Pada tahun 2020 mencapai lebih dari satu juta wisatawan.

Infografis Destinasi Super Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, ia menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) pariwisata antarkedua negara yang berisi tentang joint promotion dan peningkatan kapasitas maupun kompetensi sumber daya manusia.

Berbagai kegiatan disinergikan dalam rangka mendongkrak ekonomi dan menciptakan lapangan kerja lebih luas bagi kedua negara, seperti Festival Perbatasan antara NTT dengan Timor Leste.

“Dukungan di sekitar border, kalau ada Festival Perbatasan kan menarik, sehingga tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, juga produk ekonomi kreatif kita,” sebutnya.

Sandiaga memertimbangkan pula pemberian visa kunjungan saat kedatangan (VoA) untuk wisman Timor Leste, terutama ke Provinsi Bali dan NTT, sebagaimana permintaan Dubes Okto Dorinus.

“Saya sangat paham betul, Bali menjadi lokasi yang strategis bagi wisatawan Timor Leste untuk transit ataupun berkegiatan lainnya. Untuk visa kunjungan Bali dan NTT, mohon bersurat, nanti kita angkat di rakor (rapat koordinasi) mingguan untuk kita tindaklanjuti,” katanya.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menghadirkan penerbangan langsung dari Timor Leste ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Bali, Surabaya, Jakarta, dan Medan.

Sementara itu, Dubes Okto Dorinus berharap, MoU pariwisata bisa segera diselesaikan mengingat pihak Timor Leste sudah terlebih dahulu menyetujui keputusan tersebut.

“Pihak kami sudah setuju, hanya tinggal menunggu keputusan dari Indonesia,” ujar Okto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini