Share

Sekilas Masjid Po Teumeureuhom Menyimpan Sejarah Raja Iskandar Muda

Jamal Pangwa, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 408 2574086 sekilas-masjid-po-teumeureuhom-menyimpan-sejarah-raja-iskandar-muda-XM7GGC8IBZ.jpg Masjid Po Teumeureuhom di Aceh (dok iNews/Jamal)

MASJID Po Teumeureuhom merupakan salah satu masjid tertua di Aceh. Masjid ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi masyarakat Tanah Rencong, terutama di masa Kerajaan Iskandar Muda.

Masjid Raya Labui yang terletak di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, salah satu peninggalan sejarahnya adalah mimbar dengan ukiran berusia ratusan tahun hasil karya perajin Cina sekitar tahun 1612 M.

Namun dengan sering berjalannya waktu, pengurus Masjid Raya Labui terus mempercantik mimbar tersebut dengan cara melapisi cat warna emas. Mimbar itu pun selalu nampak baru bagi siapa yang melihatnya. Usia mimbar di masjid ini telah mencapai ratusan tahun. Mimbar itu diletakkan di dalam masjid, sejak awal dibangunnya Masjid Raya Labui oleh Po Teumeureuhom kala itu.

infografis

Menurut sejarah di kalangan masyarakat, Masjid Raya Labui ini awalnya bernama Masjid Raya Po Teumeureuhom. Bangunan pertama terbuat dari kayu beratap rumbia, kemudian dindingnya terbuat dari batu bercampur kapur.

Kala itu Po Teumeureuhom merupakan Sultan Iskandar Muda yang berkuasa pada 1607-1636. Dia bersama bersama masyarakat membangun masjid tersebut secara bergotong-royong. Dikisahkan bahwa kala itu masyarakat bersedia berdiri sekitar 30 kilometer untuk mengangkut batu secara estafet dari Kecamatan Muara Tiga ke Labui.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

Sementara itu Yacob (85) sebagai salah satu pengurus masjid menyebutkan, ketika itu aktivitas di dalam masjid dijadikan sebagai pusat pendidikan Islam. Banyak santri berasal dari Pidie, Aceh Barat, dan Aceh Timur menimba ilmu agama di Masjid Raya Po Teumeureuhom ini.

Masjid raya ini letaknya lebih kurang 4 kilometer sebelah barat kecamatan Kota Sigli. Pada masa Po Teumeureuhom pernah dijadikan sebagai masjid Kerajaan Pedir atau Masjid Kabupaten.

Tak hanya masjid, Po Teumeureuhom juga membangun benteng pertahanan atau disebut dengan Diwai yang melingkari masjid. Kini, Diwai itu telah diruntuhkan seiring dengan dibangunnya bangunan baru masjid.

Masjid Raya Labui masih memiliki tongkat kuningan berukuran panjang 1,2 meter dan berat lima kilogram serta bentuknya beruas-ruas seperti batang tebu.

Tongkat tersebut ditinggalkan oleh Raja Aceh Iskandar Muda saat singgah di masjid itu untuk menghimpun kekuatan perang. Saat itu Iskandar Muda menempuh jalan darat mengunakan gajah putih. Tongkat yang dikenal dengan tongkat Po Teumeureuhom.

Bagi masyarakat, Masjid Po Teumeureuhom berfungsi tak hanya sebagai tempat ibadah dan balai pengajian. Di masjid ini juga sering dilangsungkan akad nikah pengantin baru.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini