Share

Masjid Majasem Klaten, Dibangun Wali Songo dengan Pintu Masuk Tinggi 2 Meter

Saeful Efendi, Jurnalis · Jum'at 08 April 2022 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 408 2574766 masjid-majasem-klaten-dibangun-wali-songo-dengan-pintu-masuk-tinggi-2-meter-wHwfkBAsdJ.jpg Masjid Majasem Klaten (dok iNews/Saeful)

MASJID Al Makmur atau lebih dikenal dengan nama Masjid Majasem merupakan salah satu masjid tertua yang ada di kabupaten Klaten. Masjid ini berada di tengah kampung di Dukuh Majasem, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan ini memiliki bentuk bangunan mirip Masjid Demak.

Belum banyak orang yang mengetahui jika masjid ini usianya sudah ratusan tahun. Masjid ini unik karena berbentuk seperti masjid di Demak. Informasi yang ada masjid ini memang dibangun para wali untuk syiar Agama Islam di selatan Jawa Tengah.

infografis

Bangunan ini memiliki prasasti yang ditempel di bangunan masid. Sesuai prasasti, masjid ini dibangun pada tahun 1385 Masehi. Artinya masjid ini dibangun lebih dulu dari masjid Demak yang didirikan pada 1475 Masehi.

Masjid kuno ini memiliki ciri mirip khas bangunan Masjid Demak yang masih kokoh. Selain menggunakan tiang kayu utuh bangunan atapnya atap juga terdapayt mahkota. Hingga kini masjid tersebut dipergunakan oleh warga masyarakat sekitar untuk beribadah.

“Ada 16 tiang kayu jati utuh yang dipakai untuk menopang bangunan tanpa menggunakan paku,” kata Penasehat Takmir Masjid Majasem Sunarno.

Masjid Majasem telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Pengelolaan masjid itu diserahkan ke Pemkab Klaten oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya jawa Tengah pada 2020.

Indonesia Luas bangunan ini juga masih terbatas, tidak selebar masjid saat ini. Bangunan asli masjid hanya 10x10 meter dengan bangunan berupa Joglo dengan tiga pintu masuk setinggi dua meter.

“Saat Ramadan, jemaah akan membludak sampai tidak muat,” katanya.

Kades Pakahan Markum Darokah mengatakan, masjid ini awalnya diberi nama Langgar Kalimosodo oleh para Wali Songo.

Namun sebelum era kemerdekaan masjid ini banyak disebut sebagai Masjid Baitul Makmur. Pada 2003 Sinuhun PB XII mengganti nama menjadi Masjid Al Makmur dan terakhir diganti oleh BPCB Jateng dengan nama Masjid Majasem.

“Majasem ini sesuai nama kampung, karena masjid ini ada di kampung Majasem,” katanya. (nia)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini