Share

Jokowi Lihat Tumpukan Bata Berusia 1.000 Tahun Saat Kunjungi Candi Muaro Jambi, Begini Pesonanya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 549 2575022 jokowi-lihat-tumpukan-bata-berusia-1-000-tahun-saat-kunjungi-candi-muaro-jambi-begini-pesonanya-Kp0IWCH2rv.png Jokowi kunjungi Candi Muaro Jambi (dok Instagram @sekretariat.kabinet)

PRESIDEN Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Candi Kedaton di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada Kamis siang (7/4/2022).

Dalam kunjungannya itu, Jokowi mencermati teknologi pembangunan candi pada masa lalu, yang tidak menggunakan semen sebagai perekat bata.

Melansir kanal YouTube Biro Pers Sekretariat Presiden, Jokowi menikmati pesona keindahan candi tersebut.

"Kalau kita melihat, begitu kita masuk, yang ada adalah tumpukan tumpukan bata yang sudah lebih dari 1.000 tahun, karena ini adalah (dari) abad ke-7," terang Jokowi.

infografis

Lebih lanjut, Jokowi memaparkan, Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi pada masa lalu merupakan pusat pendidikan terbesar di Asia, tempat pendidikan teologi, kedokteran dan obat obatan, filsafat, serta arsitektur dan seni berkembang.

"Artinya apa, peradaban kita saat itu sudah menginternasional dan terbuka. Inilah yang sejarah yang perlu kita lestarikan, agar jejak-jejak peradaban kita di bidang pendidikan utamanya, bisa kita ketahui," terang Jokowi.

Jokowi menerangkan, apabila pemerintah berencana merestorasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang luasnya 3.980 hektare.

Sejak tahun 2009, Candi Muaro Jambi telah diajukan ke UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia dan saat ini masih masuk ke dalam daftar tunggu. Candi Muaro Jambi pun sudah masuk ke dalam kawasan strategis nasional (KSN) pada tahun 2017.

Tak hanya situs bersejarah, Desa Wisata Muara Jambi juga memiliki daya tarik wisata lain seperti Danau Kelari, hamparan sawah tadah hujan, perkebunan duku, durian dan karet alam, hingga makam kelingking Raden Mattaher. Ada pula sebuah coffee shop dengan kearifan lokal yang dikenal "Pojok Kopi Dusun".

Daya tarik wisata tersebut juga dilengkapi dengan ragam seni budaya dan produk ekonomi kreatif seperti tari topek labu, pencak silat melayu, tari bayangan, rebana siam dan lainnya.

Sementara untuk produk ekrafnya sendiri ada kuliner khas dan otentik seperti ikan senggung, tempoyak, ketan jando, kue selonjor, fesyen (batik bermotif candi), dan kriya (gelang dan kalung sebalik sumpah, anyaman tikar, topi, dan juga tas).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini