Share

Reog Ponorogo Mau Diklaim Malaysia, Begini Reaksi Sandiaga

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 11 April 2022 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 406 2577148 reog-ponorogo-mau-diklaim-malaysia-begini-reaksi-sandiaga-OcVrVZSgAD.jpeg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi terkait heboh rencana Malaysia yang akan mendaftarkan Reog dengan nama Barongan ke UNESCO sebagai warisan budayanya.

Sebelumnya sejumlah pihak di Indonesia juga protes atas rencana Malaysia karena sejatinya Reog merupakan kesenian budaya asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Menurut Sandiaga Reog Ponorogo benar-benar kebudayaan asli Indonesia. Ia mendukung usaha agar didaftarkan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) Atau Warisan Budaya Tak Benda yang akan diusulkan Indonesia ke UNESCO.

 BACA JUGA: Sandiaga Sebut Indonesia Jadi Rumah Kedua Bagi Warga Australia

Sandiaga melihat, bahwa saling klaim antara Indonesia dan Malaysia ini bukanlah kali pertamanya terjadi. Mulai dari zona wilayah, makanan hingga kebudayaan. Sandiaga pun menegaskan, bahwa Reog ini benar adanya asli Indonesia.

"Jadi Reog ini bisa dibilang merupakan salah satu produk ekonomi berbasis budaya dan sangat spesifik dan berasal dari Ponorogo, Jawa Timur," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (11/4/2022).

 Ilustrasi

Sandiaga mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali naik ke atas Reog di beberapa event. Namun ia sendiri belum pernah mendengar kebudayaan serupa dari negara lain, dan selama ini yang diketahui sejak dulu Reog adalah dari Ponorogo.

"Tapi, saya belum pernah tahu ada Reog Kelantan atau Reog Kuala Lumpur, ya saya tidak tahu ya apa memang ada," tambahnya.

 BACA JUGA: Rayu Australia Investasi di Sektor Perekraf, Sandiaga Uno: Kami Sepenuhnya Fasilitasi

Sandiaga menegaskan, bahwa kali ini jangan sampai Indonesia kehilangan lagi budaya khasnya. Seperti pantun, diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dari dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia.

"Kalau tidak kita gunakan, ya kita bisa kehilangan lagi, termasuk soal Reog ini. Kita harus semakin sering menampilkan Reog," ujarnya.

Ia juga berharap, nantinya UNESCO bisa lebih spesifik dalam mematenkan sebuah warisan budaya dari suatu negara, sehingga mencegah adanya saling klaim.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini