Share

Festival Malam Ramadan di Jeddah Tampilkan Beragam Atraksi Budaya, Sedot Ribuan Pengunjung

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 406 2577222 festival-malam-ramadan-di-jeddah-tampilkan-beragam-atraksi-budaya-sedot-ribuan-pengunjung-D7hBxXncr8.jpg Kompleks Al-Tayebat International City and Knowledge di Jeddah, Arab Saudi (Arab News)

FESTIVAL Layali Ramadan (Malam Ramadan) adalah acara Ramadhan pertama yang diselenggarakan pasca pandemi COVID-19 di Jeddah, Arab Saudi.

Diadakan di Al-Tayebat International City of Science and Knowledge, salah satu destinasi wisata ikonik Jeddah, festival ini telah menerima lebih dari 8.000 pengunjung sejak diluncurkan pada hari pertama Ramadhan 1443 Hijriah.

 BACA JUGA: Kenapa Janbiya Tetap Jadi Simbol Kebanggaan dan Identitas Nasional di Jazirah Arab?

Melansir dari Arab News, Selasa (12/4/2022), festival ini menampilkan pertunjukan tradisional Al-Musaharati, tokoh sejarah yang akan menabuh genderang untuk membangunkan orang-orang untuk sahur; Penyanyi cerita rakyat Hijazi Al-Jissees; Kariman Al-Ghamdi, yang menghadirkan adat pernikahan Hijazi; dan setiap Kamis dan Jumat, ada malam bertema henna.

Di dalam kompleks Al-Tayebat terdapat Museum Abdul Raouf Khalil — salah satu museum terbesar di Timur Tengah — yang menampung banyak artefak bersejarah dan budaya.

“Museum Abdul Raouf Khalil dipilih untuk mensimulasikan Jeddah lama,” kata Produser TV dan penyelenggara acara, Abdulrahman Al-Rifai.

 BACA JUGA: Wisata Religi Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan Salabose di Majene, Dibangun Pakai Telur

“Ini berisi 365 kamar yang mensimulasikan semua sejarah Arab, Islam, Eropa dan Yunani, negara-negara Saudi pertama, kedua dan ketiga; 15 paviliun, dan lima jalur jalan Jeddah, termasuk Bab Makkah, Haret Al-Sham, Haret Al-Yaman,” tambahnya.

“Museum ini sangat besar—dibutuhkan lima hingga enam hari untuk melihatnya secara keseluruhan.”

Anggota dari Bank Pembangunan Sosial, yang memberikan bantuan keuangan kepada individu dan keluarga, dan Tarahom, sebuah organisasi amal yang mendukung tahanan dan keluarga mereka, juga mendirikan kios di festival tersebut.

“Sangat bagus, setelah dampak pandemi, museum ini menyelenggarakan festival,” kata Ismail Hamada, pemilik Hamada Bakery.

 Ilustrasi

Fayza Al-Madhoon, pemilik Fayza Fruits, mengatakan suasana museum ini unik. “Festival ini luar biasa; museum bagi saya menyimpan kenangan yang sangat indah sejak kecil,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini