Share

Bertambah Lagi, Kini Ada 12 Maskapai Internasional Terbang Reguler ke Bali

Antara, Jurnalis · Sabtu 16 April 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 406 2579734 bertambah-lagi-kini-ada-12-maskapai-internasional-terbang-reguler-ke-bali-wZYvRLBNDH.jpg Pesawat Jetstar rute Perth-Bali mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai (Antara/AP I)

SEBANYAK 12 maskapai internasional telah beroperasi secara reguler di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak penerbangan internasional pertama tiba di Bali sekitar Februari 2022 lalu pasca-penutupan akibat pandemi COVID-19.

Yang terbaru pada Kamis 14 April 2022 malam, Bandara Gusti Ngurah Rai Bali mendapatkan tambahan maskapai Qantas Airlines yang melayani rute Melbourne-Denpasar pp.

 BACA JUGA: Maskapai Ini Datangkan 2 Pesawat Airbus A320 demi Layani Penerbangan Komersil

"Sejak koridor penerbangan internasional di Bandara Bali sudah dibuka, maskapai berangsur-angsur bertambah, kemarin maskapai Qantas Airlines juga melakukan penerbangan perdananya. Kami menyambut antusias penerbangan maskapai ke-12 ini," ujar General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Herry AY Sikado di Kabupaten Badung, Jumat.

Pada penerbangan perdananya ke Bali, Qantas Airlines QF45 menggunakan pesawat jenis Boeing 737-838 registrasi VH-XZA mendarat Kamis 14 Maret 2022 pukul 21.17 WITA dengan mengangkut 155 orang penumpang.

Kemudian pesawat yang sama dengan nomor penerbangan QF46 kembali lepas landas menuju Melbourne dengan mengangkut 83 orang penumpang.

Sesuai jadwal, Qantas Airlines akan melayani rute penerbangan itu sebanyak tiga kali dalam seminggu yaitu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

 BACA JUGA: Duh! Harga Tiket Pesawat ke Aceh Selangit Bikin Masyarakat Menjerit

Herry Sikado menambahkan pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan terbaik agar penerbangan internasional yang menunjukkan pertumbuhan positif dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya juga optimistis jumlah penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali secepatnya juga akan kembali pulih.

"Hal ini didukung dengan kemudahan persyaratan penerbangan berdasarkan regulasi pemerintah, sehingga kami bersama stakeholder harus menjaga kepercayaan pemerintah dan pengguna jasa agar seluruh fasilitas serta protokol kesehatan berjalan dengan baik," ucapnya. (sal)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini