Share

Kacau! Polisi Dobrak Pintu Apartemen lalu Seret Paksa Pasien Covid-19 yang Ogah Dikarantina

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 17 April 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 16 406 2579880 kacau-polisi-dobrak-pintu-apartemen-lalu-seret-paksa-pasien-covid-19-yang-ogah-dikarantina-B9D6OxEYG5.JPG Polisi berpakaian hazmat tangkap penghuni apartemen positif Covid-19 (Foto: Handout)

SISI gelap dan menakutkan dari situasi lockdown di Shanghai, China baru-baru ini viral di jagat maya.

Dalam tayangan rekaman yang beredar viral tersebut, terlihat pasukan petugas polisi yang mengenakan pakaian full hazmat warna putih tengah mendobrak apartemen seorang warga di Shanghai.

Seperti dilapor The Sun, apartemen yang didobrak paksa oleh petugas kepolisan dengan full baju APD adalah tempat tinggal seorang pria yang positif terinfeksi Covid-19.

Dalam video yang direkam dari gedung terdekat dengan lokasi, terlihat pasien positif tersebut sempat melakukan penolakan.

Saat didekati oleh petugas, ia bergegas menuju balkon untuk melarikan diri. Namun usaha untuk kaburnya sia-sia, para petugas polisi yang bersenjata itu berhasil melumpuhkan dan menangkap sang pria.

Tak hanya bersenjata lengkap, para petugas kepolisian juga membawa anjing khusus untuk membantu tindak operasi penangkapan. Sampai akhirnya polisi menyeret paksa pria pasien positif Covid-19 tersebut ke kamp karantina.

Saat ini, dilaporkan sebanyak kurang lebih 26 juta penduduk Shanghai sedang berada dalam situasi lockdown super ketat yang diterapkan oleh otoritas China, sebagai salah satu upaya pengendalian kasus infeksi Covid-19 di kota tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pada Selasa 12 April lalu, pihak otoritas Shanghai disebutkan telah mengizinkan sekitar 5,5 juta warga untuk keluar rumah. Sementara beberapa lainnya, terpaksa tetap tinggal di lingkungan tempat tinggalnya.

Terkait perkembangan kasus, hingga berita ini dilansir, jumlah kasus harian baru di Shanghai dilaporkan terus meningkat dan sempat berada di angka 26.338 kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini