Share

Momen Haru Pilot Pensiun Usai 42 Tahun Terbang, Pamit Berurai Air Mata Sampai Tangan Gemetar

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 16 April 2022 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 16 406 2580119 momen-haru-pilot-pensiun-usai-42-tahun-terbang-pamit-berurai-air-mata-sampai-tangan-gemetar-SYco4Ne7Wn.JPG Pilot senior, Captain Hanafi Herlim (Foto: Instagram/@hanafiherlim)

JAGAT maya dihebohkan oleh sebuah klip berisi pidato perpisahan dari seorang pilot senior maskapai swasta. Pilot bernama Captain Hanafi Herlim itu mendadak viral lantaran video salam perpisahan di hadapan penumpang beredar di platform TikTok, melalui akun @hanafiherlim.

Dalam video itu Captai Hanafi menyampaikan pidato perpisahan sekaligus berpamitan kepada penumpang karena hari itu adalah hari terakhir ia menjalankan tugasnya sebagai pilot si burung besi.

Pria berkacamata itu mengaku telah melakoni profesinya sebagai pilot selama 42 tahun. Banyak pengalaman tak terlupakan yang ia alami hingga memasuki usia pensiunnya.

Betapa tidak, Captain Hanafi Herlim merampungkan sekolah penerbangannya sejak tahun 1980. Hingga saat ini ia telah mengantongi kurang lebih 27.700 jam terbang. Setelah lulus sekolah penerbangan di Curug, Captain Hanafi bergabung dengan maskapai Merpati.

Capt Hanafi Herlim

"Hari ini adalah hari penerbangan saya yang terakhir, informasi saja untuk anda. Informasi saja untuk anda bahwa saya lulus penerbangan di sekolah penerbangan di Curug tahun 1980. Setelah terbang kurang lebih 42 tahun, dan mengantongi jam saat ini kurang lebih 27.700 jam terbang," katanya seraya menahan air mata.

Tampak dalam video Captain Hanafi Herlim mengenakan seragam lengkap plus atribut khas pilot. Mendengar prolog dari Captai Hanafi, spontan para penumpang yang mendengarkan pidato perpisahannya bertepuk tangan seolah kagum dengan sosok pilot senior itu.

Terlihat Captain Hanafi tak kuasa menahan haru. Hal itu terlihat dari ucapannya yang mulai terbata-bata seraya menahan tangannya yang mulai gemetar.

"Saya terbang dengan Twin Otter 12 tahun, Fokker 27 3,5 tahun, Fokker 28 4 thn, Fokker 100 kurang lebih 16 tahun, dan saat ini saya terbang di Airbus kurang lebih 11 tahun," ungkap Captain Hanafi membeberkan pengalaman terbangnya.

Sambil memegang secarik kertas dangan tangannya yang mulai gemetar keras, Captain Hanafi kembali mengungkap pengalaman terbangnya ke sejumlah negara seperti Dubai (Uni Emirat Arab), Afghanistan, Nigeria, Irak, hingga Libya.

"Hampir semua negara yang berkonflik saat itu. Alhamdulillah sampai detik ini saya masih ada di hadapan anda," sambung Captain Hanafi.

"Dan saat inilah saya harus turun, hari ini saya menerbangkan Cengkareng-Denpasar dan kembali ke Cengkareng lagi," lanjutnya.

"Selama hidup saya, selama saya terbang saya hampir tidak pernah terlambat karena saya punya slogan paling telat adalah on time," demikian Captain Hanafi Herlim yang membuat suasana kabin mengharu biru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini