Share

Dorong Revitalisasi Istana Mini Banda Neira, Ini Langkah Konkret Kemenparekraf

Antara, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 406 2580633 dorong-revitalisasi-istana-mini-banda-neira-ini-langkah-konkret-kemenparekraf-sQ3ClPzmOX.JPG Pertunjukan seni di depan Istana Mini Banda Neira, Pulau Banda, Maluku Tengah (Foto: ANTARA/Jimmy Ayal)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) siap mendorong revitalisasi Istana Mini Banda Neira di Maluku menjadi Istana Kepresidenan di Indonesia Timur.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu menganggap, upaya revitalisasi tersebut merupakan sebuah inovasi dalam pengembangan destinasi pariwisata.

"Kami berharap revitalisasi ini akan memberikan nilai tambah ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Vinsensius.

Istana Mini Banda Neira merupakan salah satu bangunan cagar budaya peninggalan masa kolonial yang didirikan oleh Belanda pada 1622.

Dulunya, tempat ini difungsikan sebagai tempat tinggal pejabat VOC serta kontrolir (jabatan pemerintahan di zaman Hindia Belanda) dan digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah.

Infografis Wisata Sejarah

Bagi Vinsensius, diperlukan implementasi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, dalam mendukung Istana Mini Banda Neira sebagai Istana Kepresidenan seperti yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Saat Rapat Koordinasi Pengembangan Istana Kepresidenan Banda Neira di Kantor Gubernur Maluku, Jumat, 8 April 2022, Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Wawan Gunawan menyampaikan, pihaknya bakal fokus menghadirkan destinasi wisata di Kepulauan Banda yang siap dan layak untuk dipromosikan kepada wisatawan. Upaya ini ditujukan dalam rangka mendukung revitalisasi Istana Mini Banda Neira.

"Salah satu bentuk dukungan dari Direktorat Pengembangan Destinasi II adalah akan diadakannya Bimtek (Bimbingan Teknis) pengelolaan homestay, pendampingan dan dukungan kelengkapan homestay untuk menunjang kesiapan amenitas dalam menerima kunjungan wisatawan,” kata Wawan.

Dengan mengubah Istana Mini Banda Neira menjadi Istana Kepresidenan, lanjutnya, pemerintah daerah setempat harus memanfaatkan momentum agar Banda mendapat perhatian pemerintah pusat.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kepulauan Banda ini sangat luar biasa potensinya, keindahan wisata alamnya, geopark, wisata budaya, dan juga wisata buatan, dan yang sangat penting adalah pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal dan melibatkan tokoh dan masyarakat adat setempat guna memberi nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan," sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Marcus Jozef Pattinama menyampaikan, Istana Mini Banda merupakan prototipe bagi beberapa Istana Kepresidenan yang ada di wilayah barat Indonesia.

Marcus berharap, revitalisasi Istana Mini Banda Neira tetap dapat mempertahankan keasliannya. Sebab, sisi historis Kepulauan Banda dianggap penting dan menarik untuk diangkat sebagai salah satu modal utama pengajuan Istana Mini Banda Neira sebagai Istana Kepresidenan.

“Seyogyanya, antara provinsi dan kabupaten/kota se-iya sekata dan satu langkah demi Maluku yang maju (untuk menetapkan) Banda sebagai lokomotif pariwisata Maluku,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini