Share

Sandiaga Prediksi 48 Juta Pemudik Akan Berwisata saat Lebaran 2022

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 18 April 2022 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 406 2581110 sandiaga-prediksi-48-juta-pemudik-akan-berwisata-saat-lebaran-2022-RnpcADj9i8.jpg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Desa wisata Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memperkirakan ada 48 juta pemudik akan mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia saat libur Lebaran 2022.

Dengan demikian, maka bakal ada Rp72 triliun pengeluaran dari wisatawan domestik itu yang akan diraup oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

 BACA JUGA: Sambangi Istiqlal Halal Expo 2022, Sandiaga Uno: Saatnya Kita Bangkit!

Sandiaga mengimbau kepada pemudik agar tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah. Khususnya melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE), terkait persiapan sektor parekraf guna menyambut masa mudik lebaran nanti.

"Jadi ini untuk protokol kesehatan, vaksinasi aktivasi. Aktivasi dari usaha-usaha pariwisata, dan juga bagaimana menyiapkan petugas di pintu masuk. Menyiapkan scan aplikasi PeduliLindungi yang sempat hits kemarin. Tapi betul-betul untuk melindungi kita," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (18/4/2022).

 BACA JUGA: Sandiaga Uno: Keunikan Budaya Aceh Jadi Destinasi Unggulan Indonesia

Sandiaga menjelaskan, bahwa adanya aktivitas libur lebaran nanti akan menjadi kabar baik bagi para pelaku parekraf. Di mana selama Idul Fitri dua tahun kebelakang yakni selama pandemi, sektor ini menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Untuk itu, di tahun ini akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, kata Sandiaga, ia melihat rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 48 juta pemudik, maka ada Rp 72 triliun pendapatan yang akan diraih oleh para pelaku parekraf.

"Jadi Rp72 triliun ini, kemungkinan bisa lebih, jika kita perhitungkan lama masa liburan yang diperpanjang," katanya.

Semenatara itu, Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Nia Niscaya menambahkan, bahwa libur lebaran du tahun ini akan mengalami dampak peningkatan yang secara signifikan. Mengingat masa cuti lebaran dan tahunan saat ini bisa digabungkan secara bersamaan.

"Selama pandemi kan tidak ada cuti, sebelumnya juga tidak boleh kalau sudah cuti bersama itu saja. Tapi kini ada pelonggaran, lebih dari opportunity dampak yang akan lebih besar terhadap spending wisnus," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini