Share

Kisah Sumur Tua dalam Kamar Rumah Kelahiran Bung Hatta, Airnya Lestari hingga Kini

Ahmad Haidir, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 408 2580641 kisah-sumur-tua-dalam-kamar-rumah-kelahiran-bung-hatta-airnya-lestari-hingga-kini-04pm05AA99.JPG Rumah kelahiran tokoh proklamator, Mohammad Hatta alias Bung Hatta (Foto: Dok. Kemenparekraf)

RUMAH itu sekilas tampak megah dengan arsitektur yang sama seperti kebanyakan hunian lainnya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Meskipun begitu, bangunan yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 37, Campago Ipuh, Kecamatan Mandiangin, Kota Bukittinggi itu punya sejarah panjang.

Fisik asli rumah tersebut sudah runtuh di tahun 1960-an, tetapi atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, rumah tersebut dibangun ulang sebagai upaya mengenang dan memperoleh gambaran masa kecil seorang Muhammad Hatta di Kota Bukittinggi yang merupakan tanah kelahirannya.

Pada November 1994 sampai dengan Januari 1995, dimulailah penelitian untuk mendapatkan bentuk rumah yang akan dibangun. Didasarkan kepada foto yang ada dalam memoar Bung Hatta dan beberapa foto yang masih disimpan oleh keluarga, tim yang bertugas mulai menginterpretasikannya ke dalam gambar perencanaan.

“Jadi dahulu bangunan ini sudah hancur, hancurnya saat zaman Belanda dan tanah ini sempat dibeli oleh penduduk asli sini, pemilik Toko Sabar. Pada tahun 1994 dibangun kembali dan selesai pada tahun 1995, dan ini tidak mengubah bangunan,” ungkap Susi salah seorang tour guide Rumah Kelahiran Bung Hatta, dikutip oleh MNC Portal dari siaran pers Kemenparekraf.

Rumah Kelahiran Bung Hatta
(Foto: Dok. Kemenparekraf RI)

“Sebenarnya bangunan ini lebih luas dari aslinya, karena ada pelebaran jalan, jadi hanya segini yang bisa dibangun,” jelasnya.

Salah satu bukti pergeseran lokasi ini adalah letak sumur yang semula berada di belakang rumah, kini bergeser ke dalam kamar salah satu paman Bung Hatta, Idris.

Di masa lalu, bagian depan bangunan langsung menghadap ke sawah milik kakek Bung Hatta. Tetapi seiring perkembangan Kota Bukittinggi, sawah tersebut kini menjadi Jalan Soekarno-Hatta.

“Makanya ada sumur di dalam kamar, ini yang satu-satunya asli hanya sumur tua ini. Sampai sekarang masih dipakai juga airnya, dialiri di teras dan di atas.” jelas Susi.

Ruang utama di lantai bawah dan lantai atas digunakan untuk memajang berbagai dokumentasi tentang perjalanan hidup Bung Hatta. Wisatawan dapat melihat bagian silsilah keluarga Bung Hatta, baik dari pihak ibu maupun ayahnya, dimana bagan tersebut terpampang di dinding sebelah kiri dari pintu masuk.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Di kamar yang terletak di belakang rumah ini, pengunjung juga dapat menemukan koleksi berupa sepeda ontel dan dokar tua yang dahulu pernah digunakan Bung Hatta semasa mudanya. Di belakang kamar tersebut merupakan kamar sang bapak Wakil Presiden pertama RI itu saat masih bujang.

“Semua barang-barang yang ada di sini juga replika, jadi meniru barang-barang yang ada di foto dahulu kala.” beber Susi.

Untuk mengembalikan suasana lalu, rumah ini juga dilengkapi dengan peralatan seperti tempat tidur (kui) kuningan dari Inggris, kero hitam (tempat tidur hitam), tempat tidur ukir yang digunakan oleh Bung Hatta serta perabotan lainnya seperti kursi, meja, dan beberapa koleksi foto serta lukisan yang berasal dari pihak keluarga.

Berlatar sejarah inilah, pemerintah Indonesia menetapkan rumah kelahiran Bung Hatta sebagai gedung warisan bersejarah nasional yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini