Share

Mantap, Kemenparekraf Gandeng Polri Ciptakan Rasa Aman bagi Pelancong Perempuan

Antara, Jurnalis · Sabtu 23 April 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 406 2583258 mantap-kemenparekraf-gandeng-polri-ciptakan-rasa-aman-bagi-pelancong-perempuan-InlXoPijiC.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, Indonesia tengah berupaya menciptakan pariwisata yang aman bagi pelancong perempuan, termasuk pelancong solo.

"Untuk menciptakan rasa aman tersebut, Kemenparekraf bekerja sama dengan Kepolisian RI, membentuk satuan khusus Polisi Pariwisata/ Polisi Wanita (Polwan) Pariwisata. Juga polisi satuan khusus untuk pengamanan objek-objek vital pariwisata," kata ucap Sandi.

Infografis Tips Traveling Aman

Ia mengungkapkan, Kemenparekraf mempunyai program sosialisasi Sapta Pesona dalam rangka mengajak masyarakat sekitar destinasi wisata untuk senantiasa menjaga suasana aman, nyaman, dan bersih bagi wisatawan termasuk para pelancong perempuan.

Nilai-nilai Sapta Pesona itu merupakan nilai dasar kepariwisataan, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan.

Pada 2019, Indonesia ada di urutan ke-9 dunia sebagai negara teraman menurut laporan Gallup's Law and Order Report, dan negara teraman ke 5 yang dirilis women traveler index.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Asher dan Lyric Fergusson membuat sebuah studi guna mengukur negara-negara yang aman disinggahi oleh perempuan yang melancong solo.

Studi ini menghasilkan 8 indikator untuk mengukur Indeks Bahaya bagi Perempuan dengan mengumpulkan data-data dari berbagai institusi resmi, di antaranya Gallup, World Economic Forum, UN Women, dan UN Development Program.

Delapan indikator tersebut antara lain tingkat keamanan saat berjalan sendiri di malam hari, angka pembunuhan terhadap perempuan, kekerasan seksual di luar pasangan, kekerasan seksual dengan pasangan, diskriminasi hukum bagi perempuan, kesenjangan gender secara global, indeks ketidaksetaraan gender, dan kekerasan terhadap sikap perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini