Share

Digelar saat Ramadan, Pasar Santri di Jember Bisa Jadi Ajang Wisata

Antara, Jurnalis · Senin 25 April 2022 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 406 2584339 digelar-saat-ramadan-pasar-santri-di-jember-bisa-jadi-ajang-wisata-hGG4f0Ptja.jpeg Pembukaan Pasar Santri Ramadan di Alun-Alun Jember (Antara)

BUPATI Jember Hendy Siswanto berharap Pasar Santri yang digelar saat Ramadan bisa menjadi ajang wisata tahunan pertama dan wadah kemandirian pesantren yang ada di kabupaten itu.

"Kegiatan yang dikemas dengan nuansa ekonomi kreatif ini diharapkan bisa menjadi ajang wisata tahunan pertama di Indonesia yang dilaksanakan saat Ramadan dengan keunikan di aspek wisata halal," katanya saat membuka kegiatan Pasar Santri, yang digelar di Alun-alun Jember, Sabtu.

 BACA JUGA: Wisata Religi Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan Salabose di Majene, Dibangun Pakai Telur

Ia mengatakan Jember adalah kabupaten di Jawa Timur yang memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak karena berdasarkan data dari Kementerian Agama tercatat 611 pesantren dengan jumlah santri yang bermukim 12.381 orang.

 

"Hal itu tentu menjadi sumber daya luar biasa. Selain bisa menjadi pusat peradaban juga segmentasi yang berdaya secara ekonomi. Untuk itu Pasar Santri hadir sebagai pelopor pembangkit kemandirian pesantren berbasis ekonomi syariah," tuturnya.

 BACA JUGA: Kemegahan Masjid Kubah Emas, Ikon Wisata Religi di Depok

Sementara Ketua Panitia Pasar Santri Supianik mengatakan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan itu, di antaranya Pondok Pesantren Exibition, Festival Takjil, UMKM Kerajinan Muslim, Muslim Music Festival, Stakeholder Booth, Photospot dan Hangout Place.

"Tidak hanya itu, berbagai pelayanan gratis bagi masyarakat juga dihadirkan, yakni layanan administrasi kependudukan, layanan vaksinasi COVID-19, layanan perizinan dan layanan digitalisasi UMKM," katanya.

Ia berharap acara itu bisa dilaksanakan secara kontinyu dan menjadi kegiatan tahunan di Kabupaten Jember karena banyak produk dan program unggulan pesantren, juga menjadi festival yang akan memberikan wawasan bahwa pondok pesantren juga menjadi pusat peradaban dan perekonomian syariah.

"Kegiatan ini juga dikemas dengan modern dan kreatif dengan tetap menonjolkan pertunjukan budaya Jember yang diharapkan bisa menjadi multiplayer effect untuk kebangkitan ekonomi Jember setelah pandemi," ujarnya.

Menurutnya kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri dari koperasi pondok pesantren dan para pelaku UMKM, sehingga target pengunjung selama dua hari diharapkan bisa mencapai 20.000 orang yang akan bertransaksi di sejumlah stan pameran dan pelaku usaha di sekitar alun-alun.

"Target pengujung selama dua hari kegiatan sebanyak 20.000, yang tidak saja akan bertransaksi di stand-stand pameran, tapi juga transaksi di pelaku-pelaku usaha yang berada di sekitar Alun-alun Jember, seperti PKL-PKL yang memang telah berada di area ini setiap harinya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini