Share

3 Negara Dijuluki Raja Properti di Asean, Indonesia Masuk di Dalamnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 01 Mei 2022 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 29 408 2587315 3-negara-dijuluki-raja-properti-di-asean-indonesia-masuk-di-dalamnya-jLzYnVGSsK.jpg Ilustrasi property (dok. Freepik)

SETIAP negara memiliki julukan tersendiri. Termasuk dalam penyediaan properti, terdapat negara-negara di Asean yang mempunyai keunggulan dalam bidang tersebut. Maka tak heran apabila permintaan hingga investasi di ketiga negara tersebut cukup tinggi.

Kemudian sejauh ini, tercatat tiga negara di Asean yang bisa dibilang sebagai surganya properti yaitu Vietnam, Indonesia, dan Filipina. Tingkat pertumbuhan ekonomi tiga negara tersebut sangat mendukung untuk bisnis properti.

Lalu mengapa ketiga negara tersebut menjadi penghasil properti terbesar dan dijuluki sebagai Raja Properti di Asean? Berikut seperti MNC Portal himpun dari berbagai sumber.

infografis

1. Filipina

Filipina ternyata menjadi menjadi salah satu negara yang memiliki properti terbesar di Asean. Nilai properti di negara satu ini kian melonjak secara signifikan, dan menarik investor dari negara lainnya.

Banyaknya minat properti di Filipina, membuat pasokan dan permintaan properti tumbuh pesat. Hal ini didorong oleh tingginya pertumbuhan ekonomi domestik.

Filipina sendiri adalah negara paling maju di Benua Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial.

Sementara itu masyarakat Filipina memiliki kebudayaan yang cukup menarik. Kebanyakan masyarakatnya gemar menyanyi, serta menari pada setiap kali pesta keramaian. Tarian bambu ini memerlukan pergerakan kaki yang cocok

2. Vietnam

Selanjutnya adalah Vietnam, di mana pertumbuhan ekonomi di negara tersebut terdapat kenaikan sebesar 5,8 persen pada 2014.

Menurut data Kementerian Konstruksi Vietnam, sejak awal tahun 2015 hingga saat ini telah terjadi lebih dari 8.000 transaksi properti.

Jumlah tersebut tiga kali lipat lebih besar dibandingkan tahun 2014. Penyebab kenaikan ini yaitu suku bunga yang rendah, percepatan urbanisasi, dan fokus pemerintah pada peningkatan infrastruktur.

Vietnam sendiri memiliki sejumlah destinasi wisata menarik, di antaranya Ha Long Bay, Kota Hue, Pedesaan Sa Pa, Mekong Delta, hingga Taman Nasional Ba Be

3. Indonesia

Pada 2014 lalu Bank Dunia memperkirakan daya beli Indonesia ada di peringkat 8 tingkat dunia, di bawah Prancis dan Inggris. Sementara ekonomi Indonesia ditaksir sebagai nomor 16 terbesar di dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 hanya berkisar 15-20 persen.

Sedangkan pada 2015 pergerakan harga properti di Indonesia berdasarkan fitur Indeks Harga Properti dari UrbanIndo mengalami kenaikan kurang lebih sebesar 25 persen.

Nah selain properti, Indonesia juga kaya akan pariwisatanya. Terlebih pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tengah mengembangkan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini