Share

25 Makanan Khas Semarang yang Wajib Dicoba, Rasanya Bikin Ketagihan!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 301 2589737 25-makanan-khas-semarang-yang-wajib-dicoba-rasanya-bikin-ketagihan-DbszITOPyN.jpg Lumpia, salah satu makanan khas Semarang (Okezone)

ADA 25 makanan khas Semarang. Kala berkunjung ke suatu daerah tak lengkap rasanya jika tidak mencoba makanan khasnya. Sama halnya saat bertandang ke Semarang.

Semarang memiliki makanan yang populer seperti nasi ayam semarang, tahu gimbal, gulai kambing bustaman, dan babat gongso. Selain itu, Semarang juga terkenal dengan cemilan khas berupa lumpia.

Ada banyak makanan khas Semarang lain yang secara langsung lahir di tanah Semarang maupun hasil akulturasi dari sejumlah budaya. Lantas, makanan apa saja yang termasuk khas Semarang? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Mangut Kepala Manyung

Mangut Kepala Manyung bukan hanya makanan khas Yogyakarta melainkan juga makanan khas Semarang. Makanan ini terdiri dari kepala ikan manyung, daging ikan manyung, santan, cabe dan juga tomat.

Dengan rasa yang gurih dan sedap makanan ini menjadi favorit saat berkunjung di Semarang. Tak heran banyak para wisatawan yang mencobanya.

Ilustrasi

Nasi Ayam Semarang

Nasi ayam khas Semarang menjadi makanan yang wajib dicoba. Makanan satu ini isinya berupa nasi liwet, telur rebus, dan suwiran ayam yang diberi kuah opor serta tambahan sambal goreng jipan.

Sekilas memang mirip dengan nasi liwetnya Solo, namun nasi ayam ini biasa disajikan dengan tambahan sate telur puyuh, satu usus, dan teh hangat. Perbedaan lainnya adalah nasi liwet menggunakan kuah areh, sedangkan nasi ayam memakai kuah opor kuning.

Untuk penyajiannya cukup sederhana, yakni hanya berada di atas piring yang telah diberi alas dari daun pisang dengan isian seperti yang telah disebutkan seperti di atas.

Garang Asem

Olahan tradisional garang asem termasuk makanan khas Semarang yang enak berupa ayam dengan kuah santan berbumbu belimbing wuluh dan cabai. Uniknya, ayam dan kuah santan dimasak dengan dimasukkan ke dalam daun pisang terlebih dahulu lalu ditutup atasannya dengan lidi.

Untuk menambah kenikmatannya, biasanya garang asem diberi tambahan nasi hangat, tempe goreng, jeroan ayam yang ditusuk seperti sate, dan perkedel. Kamu bisa di salah satunya ada di restoran dengan alamat di Jalan Gajah Mada.

Tahu Gimbal

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa tahu gimbal adalah olahan yang terdapat tahu dan gimbal dalam penyajiannya. Namun lebih dari itu, lantaran terdapat potongan lontong dan kol yang disiram bumbu kacang dan petis dalam satu porsinya.

Jika belum kenal apa itu gimbal, maka gimbal adalah olahan udang yang diberi tepung, atau mirip dengan bakwan udang. Untuk menikmati satu porsi tahu gimbal, biasanya akan dinikmati dengan kerupuk udang yang terkenal renyah.

Di Semarang sendiri, kedai penjual tahu gimbal cukup menjamur, namun warung Pak H Edy menjadi yang direkomendasikan oleh pemerintah kota Semarang. Kamu bisa ke Jalan Pahlawan di depan departemen sosial Semarang untuk berkunjung ke warungnya pak H Edy.

Soto Bangkong

Soto bangkong adalah olahan soto yang terdapat di Rumah makan Jalan Brigjen Katamso Semarang. Nama bangkong sendiri diambil dari tempat pendirian dari soto yang telah ada sejak 1950 ini, yakni Perempatan Bangkong.

Ilustrasi

Perbedaan makanan asli Semarang ini adalah kuahnya yang bening walaupun warnanya agak cokelat. Soto yang disajikan dengan mangkuk kecil namun agak tinggi ini, diberi isian berupa suwiran ayam, irisan tomat, tauge, bihun, serta taburan bawang merah dan putih di atasnya.

Kuah dari soto ini bisa digabung dengan nasi maupun dipisahkan dari nasi, terserah sesuai selera. Untuk menambah rasa, bisa juga memesan tambahan seperti sate ayam, perkedel, sate telur puyuh, sate kerang, tahu, dan tempe.

Mie Kopyok

Mie kopyok adalah makanan dengan bahan utama mie lalu ditambah dengan tetelan daging dengan tambahan lauk berupa tahu dan kerupuk gendar. Gendar merupakan kerupuk yang terbuat dari adonan nasi dengan rasa renyah nan gurih.

Nama mie kopyok bukanlah nama satu-satunya, karena ada nama lain yang melekat pada makanan ini, seperti mie lontong dan mie teng-teng.

Untuk nama terakhir diberikan karena dulunya makanan ini dijual dengan cara membunyikan piring sehingga menghasilkan suara “teng teng teng” untuk menarik pembeli dari gerobak-gerobak penjual.

Selain mie, dalam satu porsi mie kopyok ditambah juga dengan irisan lontong, sehingga disebutlah mie lontong.

Pembuatannya hanyalah dengan mencelupkan mie basah dan kecambah ke dalam air mendidih, lalu menaruhnya di piring setelah irisan lontong dan tahu pong dimasukkan. Uniknya lagi, mie ini diberi kuah dengan bumbu putih yang telah diulek, lalu diberi tambahan irisan bawang goreng dan kecap di atasnya.

Nasi Goreng Babat Gongso

Nasi Goreng Babat Gongso merupakan nasi goreng yang disekitarnya ditambah dengan babat alias kulit sapi bagian lambung. Babat tersebut dipotong dadu, kebanyakan penjual ada yang mengeroknya ada juga yang tidak mengerok babatnya.

Bumbu dari nasi ini adalah bawang merah dan putih, cabai merah, dan uniknya, ada terasi, serta kecap yang kental sehingga memiliki warna kecokelatan di sekelilingnya.

Bagi yang kurang puas, bisa dengan memesan telur yang nantinya akan diorak-arik untuk ditambahkan ke porsinya. Tambahan kerupuk dan acar mentimun bisa juga dipilih untuk menjadi teman makan nasi goreng.

Beberapa kedai babat gongso yang terkenal, diantaranya adalah milik Pak Karmin di Jalan Pemuda, tepatnya di samping Jembatan Mberok. Lalu ada milik Pak Taman dengan alamat di selatan stadion Diponegoro atau depan kantor BPN.

Tahu Petis

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa tahu petis adalah makanan pedas dengan bahan dasar tahu kemudian diberi isian petis.

Untuk memberi petis ke dalamnya, tahu harus terlebih dahulu disayat, namun jangan sampai terbelah, baru diisi dengan petis.

Salah satu penjualnya adalah tahu petis prasojo yang ada di dekat simpang lima yang buka sampai sore.

Lumpia Semarang

Sebagai kota lumpia, rasanya kalau berkunjung ke Semarang tanpa mencicipi lumpia serasa seperti belum pernah ke sana.

Makanan ini dibuat dengan adonan tepung yang dibuat bundar kemudian diberi isian lalu dilipat dan digulung, baru digoreng di minyak panas.

Isian dari makanan dengan nama lain lunpia ini adalah daging ayam, bawang putih, telur orak-arik, ebi, kecap, potongan sayuran, bahkan rebung.

Pisang Plenet

Mungkin pisang plenet tak seterkenal lumpia, mochi, atau bandeng presto yang notabene sama-sama makanan khas Semarang. Hal inilah yang membuat pisang plenet hampir punah karena sulit ditemui.

Padahal makanan dengan bahan dasar pisang ini memiliki rasa yang enak. Pembuatannya adalah dengan cara terlebih dahulu memilih pisang kepok matang, lalu harus dibakar pada api kecil sampai agak gosong kecokelat-cokelatan.

Setelah matang dan ditiriskan, pisang dipipihkan dan diberi olesan margarin baru diberi tambahan cokelat, meses, selai nanas, atau gula bubuk.

Jika tertarik, kamu bisa mencobanya dengan berkunjung di gerobak Pisang Plenet milik Pak Tuko dengan pangkalan pasar Semawis dan sekitar toko Sri Ratu.

 Ilustrasi

Tahu Pong

Beberapa waktu lalu, ada tahu bulat yang digoreng dadakan dengan harga 500-an dan sudah pasti kehalalannya. Namun jauh sebelum itu ternyata ada makanan khas Semarang bernama tahu pong dengan persamaannya adalah terbuat dari tahu dengan isian sama-sama kopong.

Tidak hanya itu, bentuk keduanya juga sama, yakni bulat, walaupun tahu pong tidak sebulat tahu bulat. Namun tetap saja ada perbedaannya, yakni pada cara penyajian dan memakannya.

Untuk tahu pong sendiri, biasanya akan dimakan bersama dengan gimbal udang (bakwan udang dengan bentuk pipih) dan sambal rawit pedas untuk dicocol. Di Semarang ada yang menjualnya di Jalan Gajah Mada No. 63B.

Tahu Gimbal

Tahu gimbal pada umumnya merupakan makanan khas Semarang yang terkenal yang terdiri dari tahu goreng, irisan lontong, gimbal, tauge, telur, rajangan kol mentah, dan diberi bumbu kacang campur petis udang di atasnya.

Yang membuat olahan ini unik adalah adanya gimbal atau bakwan dengan isian udang. Sebagai makanan yang telah membumi, membuatnya dapat dengan mudah ditemui di pinggir jalan maupun penjual dengan gerobak di pelosok desa.

Salah satu yang menjadi tempat nongkrong anak muda plus menjajakan tahu gimbal adalah Taman KB di kompleks Perumnas Banyumanik. Namun bagi yang ingin tahu gimbal dengan kesan berbeda dari yang lain, maka lokasi paling tepat ada di Jalan Pahlawan milik Pak Edy.

Gandos

Gandos mungkin terasa asing di telinga kamu, hal ini dikarenakan jajanan ini termasuk jajanan tradisional dan kini jarang ada pembuatnya.

Panganan ini dibuat dari tepung beras dengan campuran santan lalu diberi garam yang nantinya akan dimasukkan ke loyang sebagai cetakannya.

Sebagai panganan populer di Jawa, ada banyak sebutan bagi makanan ini, seperti kue rangin di Surabaya, pancong di Jakarta, di Bandung dinamai bandros, tratak jaran sebutan kue gandos bagi orang Bojonegoro, dan bahkan di Bali diberi nama daluman.

Rata-rata ketebalan dari gandos adalah 2 cm dengan warna dominan putih agak kecokelatan. Rasanya adalah gurih berkat garam, dan renyah saat digigit oleh mulut. Rasa manis dari gula tebu yang menjadi taburannya memang tidak terlalu terasa.

Spekoek

Bagi yang belum tahu tentang spekoek, maka spekoek adalah nama beken dari kue tradisional bernama lapis legit. Kue dengan ciri khas warna cokelat dan kuning yang berlapis-lapis itu memiliki rasa legit sesuai namanya.

Di Semarang banyak sekali produsen yang membuat varian baru lapis legit. Sebut saja spekoek puding, yaitu puding dengan isian irisan spekoek. Lalu ada lapis semarang yang merupakan perpaduan antara lapis legit dengan lapis mandarin dengan rasa keju.

Kamu dapat membelinya di toko spekkoek waiki di Jl. Senjoyo II No.1, Bugangan, Semarang. Atau di beberapa toko oleh-oleh khas Semarang dengan varian dan bentuk lain.

Kue Moaci

Kue moaci merupakan kue khas Semarang dengan bentuk bulat berbahan dasar tepung ketan sebagai luaran dan ada gula karamel bercampur kacang sebagai isian.

Karena bentuknya bulat, bisa membuat kamu salah sangka, bisa-bisa menyebutnya dengan mochi Jepang atau onde-onde bahkan klepon.

Harga satu kemasan mini dengan isi 4 moaci mini, cukup dengan membayar 3 ribu rupiah saja. Sedangkan kemasan besar isi 10 moaci besar harganya mulai dari 18 ribu. Namun karena dibuat dengan bahan alami tanpa satupun pengawet kimia, jadinya kue ini hanya bertahan 1 minggu.

Ilustrasi

Gudangan

Gudangan merupakan urapan sayur rebus dengan bumbu sambal gudangan. Sambal ini hanyalah parutan kelapa berbumbu bawang merah dan putih, cabai merah, dan jeruk purut.

Isian sayurnya bermacam-macam, tergantung selera pembuatnya, mulai dari sayur bayam, wortel, daun singkong, kubis, kecambah, hingga kacang panjang.

Roti Ganjel Rel

Salah satu roti khas Semarang yang kini mulai sulit ditemukan adalah roti ganjel rel karena mulai sedikit peminatnya.

Bentuk dari panganan ini mirip dengan alat musik gambang dengan bentuk kotak warna cokelat bertabur wijen di sekelilingnya.

Karena bentuknya yang mirip gambang itulah, roti ini juga sering disebut roti gambang. Sedangkan asal usul penamaan roti ganjel rel adalah teksturnya yang keras dan alot seperti ganjalan rel kereta api.

Selain itu, jika dilihat dengan seksama, roti yang telah ada sejak zaman Hindia Belanda ini juga mirip ganjalan rel.

Bandeng Presto

Bandeng presto merupakan olahan dari ikan bandeng yang dimasak dengan cara presto untuk menghilangkan duri atau melunakkan duri pada ikan tersebut.

Presto sendiri adalah cara memasak menggunakan tekanan tinggi dari uap air, biasanya dimasak dengan panci presto atau panci yang dapat dikunci rapat agar air tidak meluap.

Gulai Kambing Bustaman

Gulai ini sudah lama berdiri dan memiliki cita rasa yang tidak pernah kalah dengan restoran mewah yang ada di Semarang.

Tak heran makanan satu ini menjadi incaran para wisatawan. Harga yang ditawarkan juga cukup murah mulai dari 20.000 an

Nasi Pecel Mbok Sador

Nasi pecel mbok sador menjadi makanan khas yang tak boleh terlupakan. Pecel buatan mbok Sador ini menjadi pecel yang paling diburu wisatawan.

Selain memiliki rasa yang nikmat harga yang ditawarkan cukup murah meriah hanya 10.000.

Sego Koyor

Sego Koyor atau Nasi Koyor juga termasuk makanan khas Semarang yang wajib dicoba. Makanan satu ini termasuk gudeg versi Semarang.

Jika gudeg Jogja identik dengan rasa manis dan gurih, koyor identik dengan rasa gurih dan pedas.

Umumnya, nasi satu ini dihidangkan dengan nasi putih dan daging sapi bagian lutut atau tulang rawan bahkan kikil.

Terkadang sebagai tambahan, bisa juga menambahkan tahu, telur dan irisan ayam. Jika tertarik, kamu bisa mengunjungi warung Sego Koyor Mak Mi di Jl. Suyudono No.51A, Bulustalan, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang,.

Wedang Tahu

Wedang tahu termasuk makanan khas lain yang patut dicicipi saat berkunjung di Semarang. Meski sama-sama merupakan hidangan 'beraroma' budaya Tionghoa dengan Lumpia, tetapi makanan satu ini memiliki citarasa berbeda.

Sekilas, wedang tahu ini mirip dengan bubur sumsum dari Semarang. Hanya saja warna putih pada hidangan ini adalah kembang tahu dengan kuah air jahe berwarna kecokelatan.

Kembang tahu sendiri adalah produk rebusan kedelai yang turut menjadi bahan baku pembuatan tahu. Di Jakarta, wedang tahu ini dikenal juga dengan kembang tahu.

Kembang tahu memiliki rasa mirip susu kedelai tapi padat, berpadu dengan rasa manis dan pedas jahe. Wedang tahu masih dijual keliling baik dengan gerobak, sepeda bahkan dipikul.

Nasi Pindang

Jika mendengar kata pindang, umumnya berpikir tentang ikan laut yang biasa disebut pindang.

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan makanan khas Semarang satu ini. Makanan yang kerap menjadi menu sarapan ini berupa nasi putih dengan kuah dan daging sapi.

Kue Leker

Kue leker Paimo menjadi salah satu kuliner kaki lima yang sangat populer di Semarang. Bagaimana tidak, makanan satu ini dari zaman penjajahan Belanda telah dikenal dan banyak digemari masyarakat Semarang.

Makanan satu ini memiliki rasa yang unik dan tentunya membuat siapapun yang mencicipinya ketagihan. Tampilannya memang seperti martabak, namun teksturnya lebih lembek.

Bebek Goreng Pak Thori

Makanan khas Semarang selanjutnya adalah Bebek goreng pak Thori. Menu makan siang ini sangat cocok bagi kamu penggemar hidangan bebek.

Tidak hanya bebek, warung makan ini juga menjual aneka menu lain seperti ayam goreng, ayam bakar, lele, burung dara, hingga babat gongso.

Keunikan dari bebek goreng Pak Thori terletak pada tekstur dagingnya yang sangat lembut dan empuk dengan bagian kulitnya masih crispy.

Jika tertarik, kunjungi kedainya di Jalan Manyaran Gunungpati KM 15, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini