Share

4 Negara yang Mengkritik Charlie Hebdo soal Publikasi Ulang Kartun Nabi Muhammad, Indonesia Paling Getol

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 408 2591190 4-negara-yang-mengkritik-charlie-hebdo-soal-publikasi-ulang-kartun-nabi-muhammad-indonesia-paling-getol-Kx4MLG0ZXc.jpg Charlie Hebdo

4 NEGARA yang mengkritik Charlie Hebdo soal publikasi ulang kartun Nabi Muhammad yang sempat heboh. Adapun, majalah satir Prancis Charlie Hebdo dikenal sebagai majalah kontroversial yang seringkali melanggar batas-batas norma sosial di Prancis atas nama kebebasan berekspresi, dengan hampir tidak ada topik yang dianggap tabu oleh para kartunisnya.

Kartun Nabi Muhammad itu pernah memicu aksi teror 2015 di Paris, di mana 17 orang tewas selama tiga hari. Di antara para korban, 12 tewas dalam serangan di kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015.

Gambar-gambar kontroversial tersebut awalnya diterbitkan oleh harian Denmark pada 2005 dan kemudian dicetak ulang oleh majalah Prancis itu. Saat ini, majalah CHarlie Hebdo ingin kembali merilis kartun Nabi Muhammad yang kontroversial.

Berikut 4 Negara yang mengkritik Charlie Hebdo soal publikasi ulang kartun Nabi Muhammad:

1. Indonesia

Pemerintah Indonesia menyatakan kecaman terhadap penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah satire Prancis, Charlie Hebdo pekan ini. Tindakan Charlie Hebdo merupakan yang terbaru dari sejumlah aksi yang dianggap menghina umat Islam yang digelar di Eropa dalam sepekan terakhir.

 Ilustrasi

Pemerintah Indonesia mengecam keras penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad itu serta aksi pembakaran dan perusakan Alquran yang digelar di dua negara Skandinavia, Swedia dan Norwegia.

 BACA JUGA: 5 Negara Bolehkan Warganya Bertingkah Aneh, Ada yang Bolehkan Telanjang

2. Iran

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam Barat, seiring dengan munculnya Film "Innocent of Muslims" di Amerika Serikat (AS) dan kartun Nabi Muhammad di Prancis. Komentar itu muncul di tengah kemarahan warga Muslim dunia.

"Barat selalu mengutarakan slogan 'kebebasan berbicara' untuk memperbolehkan adanya hinaan terhadap Nabi,"katanya

3. Turki

Presiden Turki Erdogan telah berada di garis depan gelombang kemarahan dari negara-negara mayoritas Muslim setelah Charlie Hebdo memilih untuk merilis kembali karikatur Nabi Muhammad yang telah membuat marah umat Islam.

juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan tidak mungkin membenarkan penghinaan dan penghinaan terhadap Muslim atas alasan kebebasan pers, seni atau ekspresi.

Aksoy mengatakan, sikap otoritas Prancis, terutama Presiden Emmanuel Macron, untuk membubarkan insiden dengan dalih kebebasan berekspresi juga "tidak bisa diterima".katanya.

 Ilustrasi

4. Pakistan

Puluhan ribu orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi massal di Pakistan setelah majalah satire Prancis Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad dalam edisi khusus untuk menandai dimulainya persidangan atas serangan mematikan tahun 2015 itu.

Protes di Pakistan , menarik kerumunan besar Muslim untuk mengutuk parodi kartun, satire mingguan dan bahkan Prancis secara keseluruhan.Unjuk rasa besar-besaran diselenggarakan oleh Jamiat Ulma-e-Islam di Peshawar, ketika partai-partai Islam berkumpul untuk mengadakan kongres di kota. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini