Share

Aji Saka dan Kisah Asal Mula Aksara Jawa: Ha-Na-Ca-Ra-Ka

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 406 2594061 aji-saka-dan-kisah-asal-mula-aksara-jawa-ha-na-ca-ra-ka-NCZhZxsNP1.jpg Aksara Jawa

KISAH asal mula Aksara Jawa mungkin belum anda ketahui. Aksara Jawa merupakan sebuah tulisan dari bahasa Jawa. Aksara ini sudah ada sejak abad ke-17 Masehi, yaitu saat Kerajaan Mataram Islam masih ada.

Asal mula terbentuknya Aksara Jawa tidak terlepas dari dongeng seorang pengembara yang bernama Aji Saka. Melansir dari Indonesia.go.id, kisah tentang Aji Saka dibagi menjadi tiga episode.

Episode pertama adalah tentang pengembaraan Aji Saka bersama kedua abdinya, epsode kedua adalah tentang Aji Saka yang mengalahkan raja zalim, terakhir adalah tentang kisah kedua abdinya.

 BACA JUGA: Penutur Tersebar Seantero Bumi, Ini 5 Alasan Bahasa Jawa Bisa Mendunia

Nah, daripada penasaran, berikut adalah kisah awal mula aksara Jawa.

Kisah Awal Mula Aksara Jawa

Kisah ini dimulai dari seorang pengembara bernama Aji Saka yang diikuti oleh kedua abdinya, yaitu Dora dan Sembada. Diceritakan bahwa mereka bertiga berasasl dari negara di atas angin. Hingga pada akhirnya mereka sampai di Tanah Jawa.

 Ilustrasi

Pengembaraan ini mempertemukan Aji Saka dan kedua abdinya dengan seorang raja yang dzalim. Raja tersebut bernama Dewatacengkar. Aji Saka dan sang raja terlibat pertikaian. Beruntung, dengan menggunakan ikat kepala yang bisa memanjang dan melebar, Aji Saka mampu mengalahkan sang raja. Ia melempar sang raja ke laut yang kemudian berubah menjadi buaya putih dan akhirnya meninggal.

 BACA JUGA: Ada Suriname, Ini 5 Negara di Dunia yang Ternyata Juga Menggunakan Bahasa Jawa

Setelah Dewatacengkar terkalahkan, Aji Saka kemudian menjadi seorang raja di Medangkamulan dan memiliki sebuah pusaka. Aji Saka menginginkan pusaka itu untuk disimpan disebuah tempat tersembunyi.

Kemudian ia menyuruh sang abdi, Sembada, untuk menyimpan dan menjaga pusaka tersebut di Pulau Majeti. Aji Saka berpesan kepada Sembada untuk tidak memberikan pusaka tersebut kepada siapapun kecuali Aji Saka.

Suatu hari, Aji Saka membutuhkan pusaka tersebut dan mengutus Dora untuk mengambilnya. Saat sampai di Pulau Majeti dan bertemu Sembada yang tengah menjaga pusaka tersebut, Dora mengutarakan niatnya.

Sembada yang memegang teguh permintaan Aji Saka pun tidak akan memberikan pusaka tersebut kepada Dora. Sementara Dora merasa benar karena diminta Aji Saka untuk mengambil pusaka tersebut.

Pada akhirnya, mereka berdua pun bertikai hingga semua meninggal.

 

Mengetahui hal tersebut, Aji Saka menyesali kelalaiannya dan mengungkapkannya dengan menulis sebuah kalimat:

Ha-Na-Ca-Ra-Ka (ada utusan)

Da-Ta-Sa-Wa-La (Saling berselisih pendapat)

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya (sama-sama sakti)

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga (sama-sama menjadi mayat).

Itulah kisah asal mula aksara Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini