Share

Punya Sejarah Panjang, Situs AlUla Harus Dilestarikan Selama 7.000 Tahun ke Depan!

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 15 Mei 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 406 2594177 punya-sejarah-panjang-situs-alula-harus-dilestarikan-selama-7-000-tahun-ke-depan-matEXNiu3E.jpg Situs AlUla di Arab Saudi (Arab News)

KOTA tua bersejarah AlUla yang juga situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi, perlu dilestarikan selama 7.000 tahun ke depan. Hal itu disampaikan Kepala Pemasaran Destinasi dan Manajemen Officer di Komisi Kerajaan untuk AlUla, Phillip Jones.

Komentarnya muncul selama acara Arabian Travel Market, yang diadakan di Dubai World Trade Centre, Uni Emirat Arab.

Phillip Jones menambahkan bahwa pengunjung perlu menghormati komunitas lokal. "Penting untuk melestarikan situs ini untuk 7.000 tahun ke depan juga," katanya seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (14/5/2022).

 BACA JUGA: Keberadaannya Makin Langka, Burung Endemik Arab Saudi Diambang Punah

“Pengunjung perlu memahami bahwa ini bukan lokasi yang dapat Anda datangi dan tidak menghormati komunitas lokal dan sejarah 7.000 tahun.”

 

Didirikan dengan dekrit kerajaan pada Juli 2017, Komisi Kerajaan untuk AlUla dibentuk untuk melestarikan dan mengembangkan wilayah AlUla yang terletak di barat laut Arab Saudi.

Jones mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerjaan di AlUla adalah pekerjaan bertani.

 BACA JUGA: Mengejutkan! Arab Saudi Tunjuk Lionel Messi Jadi Duta Pariwisata

Dibuka hari ini di Dubai, Arabian Travel Market berlangsung selama empat hari, menarik para profesional perjalanan dan pariwisata dari seluruh dunia.

Sejarah AlUla

AlUla merupakan kota kuno yang pernah berjaya dengan perdagangan pada ribuan tahun silam. Dulu wilayah itu sempat didiami suku kuno Arab, Lihyan, yang diperintah Dinasti Nabatean dari pusat kerajaan di wilayah Jordania saat ini.

Selain permukiman, mereka juga membangun kuburan-kuburan massif dengan memahat gunung-gunung batu di wilayah al-Hijr (Bebatuan) yang kini disebut Madain Saleh sekira 22 kilometer dari pemukiman.

Jejak arkeologis mencatat, kediaman-kediaman Kaum Tsamud dan Kaum 'Ad ditinggal penghuninya sejak sebelum masa Rasulullah. Kendati demikian, batu-batu bekas rumah suku tersebut kembali digunakan warga yang tinggal di situ belakangan.

Pada abad ke-13, Al-Ula makin ramai karena jadi jalur perdagangan rempah-rempah. Pengelana mahsyur Ibn Battuta sempat melintasi juga wilayah itu pada abad ke-14 atau tepatnya pada 1326. Saat itu, Ibn Battuta mencatat bahwa anggota rombongan karavan yang ia sertai juga enggan berhenti untuk minum di daerah tersebut meski kehausan.

Ilustrasi

Konon Al-Ula dan Madain Saleh disebut kota hantu atau kutukan, karena tidak seperti Petra, dengan turis, penjual suvenir, dan ojek keledai; tidak ada orang lain di sini.

Tapi, pemerintah Arab Saudi kini ingin menjadikan AlUla sebagai destinasi wisata unggulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini