Share

Museumnya Diresmikan Akhir Mei, Siapa Sosok Syekh Sulaiman Arrasuli?

Antara, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 406 2595291 museumnya-diresmikan-akhir-mei-siapa-sosok-syekh-sulaiman-arrasuli-9rC2mHAmQS.JPG Makam Syekh Sulaiman Arrasuli (Foto: ANTARA/Alfatah)

PIHAK perwakilan keluarga menyebutkan Museum Syekh Sulaiman Arrasuli yang lebih dikenal di Sumatera Barat (Sumbar) dengan nama Inyiak Canduang segera diresmikan pada akhir Mei 2022.

Perwakilan keluarga Arrasuli, Rita Noor Arrasuli menjelaskan, peresmian museum juga untuk literasi bagi generasi muda untuk mengenal dan menggali nilai sejarah terutama yang berkaitan dengan perjuangan Syekh Sulaiman Arrasuli.

Peresmian itu juga menjadi salah satu pendukung penasbihan tokoh itu menjadi Pahlawan Nasional.

"Dengan berdirinya Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli maka lengkap sudah semua persyaratan pengusulan beliau untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Negara Republik Indonesia," kata Rita Noor.

Menurutnya, Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli (1871-1970) merupakan pejuang dan pemersatu bangsa. Ia seorang tokoh pendidik dan ulama besar Sumatera Barat yang layak menerima penghargaan sebagai Pahlawan Nasional pada November 2022.

Infografis Museum di Jakarta

Selain syarat fisik berupa bangunan museum beserta isinya yang meninggalkan banyak sejarah perjuangan beliau, syarat lain pun sudah terpenuhi dengan lengkap, baik dokumen-dokumen penghargaan, SK2 maupun foto-foto beliau di masa penjajahan dan pemerintahan Presiden Soekarno.

"Setidaknya nama besar beliau sudah diabadikan menjadi nama jalan di 4 kabupaten kota di Sumatera Barat, yaitu di Bukittinggi, Canduang, Padang Panjang dan Lubuak Basuang, juga nama beliau telah lekat menjadi nama sebuah Balai Budaya di Lasi Balai Gurah," kata dia.

Ia mengatakan melalui Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli ini, akan terpatri dalam benak siapa saja yang pernah mendengar dan berkunjung ke Museum, bahwa di negeri ini pernah lahir seorang pejuang dan ulama besar yang dengan total mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat Sumatera Barat dan Rakyat Indonesia secara umum.

"Agar menjadi masyarakat yang cerdas dengan peradaban yang jauh lebih maju menuju masyarakat moderen namun tetap berpegang teguh kepada kaidah dan hukum kehidupan yang berlaku sebagai umat muslim yang tak lepas dari Sunnah Rasulullah Muhammad," ujarnya.

Pengajaran lain yang tak pernah lepas dari petuah Inyiak Canduang, menurutnya adalah, Hormati yang Tua, sayangi yang muda, teman seribu masih kurang namun musuh satu terlalu banyak.

"Dari semua petuah itu dapat dirasakan bahwa prioritas hidup yang beliau kehendaki dari kita adalah terus menjaga Hablum minannas, Hablum Minallah," katanya.

Ia menambahkan, Museum Inyiak Canduang Syekh Sulaiman Arrasuli ini akan terus dibenahi dan diharapkan masuk dalam materi pembelajaran sejarah bagi para pelajar di Indonesia, dan akan menjadi sebuah destinasi wisata edukasi religi dan sejarah.

Peresmian Museum yang berlokasi di Simpang Gadung Buya, Jalan Syekh Sulaiman Arrasuli Jorong Lubuak Aua Nagari Candung Koto Laweh Kecamatan Candung Kabupaten Agam itu juga bakal dihadiri sejumlah pejabat seperti Pangdan Aceh, Danrem dan Polda Sumbar, Pemerintah daerah serta sejumlah tokoh nasional dan daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini