Share

Mengenal Batik Kasumedangan Ramah Lingkungan Tanpa Bahan Kimia, Bisa Jadi Oleh-Oleh Sumedang

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 549 2595277 mengenal-batik-kasumedangan-ramah-lingkungan-tanpa-bahan-kimia-bisa-jadi-oleh-oleh-sumedang-WjKHeE4M9n.jpg Batik Kasumedangan (Dok MPI/Agung)

PLESIRAN ke Sumedang, Jawa Barat? Jangan lupa kamu bisa membeli oleh-oleh Batik Kasumedangan yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia loh.

Batik Kasumedangan merupakan produk fesyen unik. Proses pembuatannya menerapkan prinsip ramah lingkungan, terutama dalam penggunaan bahan pewarna.

Dalam proses pewarnaan, batik yang menjadi bagian program Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) sekaligus kearifan lokal masyarakat Kabupaten Sumedang itu, tidak menggunakan bahan kimia, tetapi sudah bahan pewarna alami ramah lingkungan dengan dua kali pewarnaan.

"Batik tradisional yang ecoprint dengan pewarna alami bukan dari bahan kimia. Kami betul-betul tradisional," kata Owner Rahayu Batik Kasumedangan Yayu Srirahayu.

infografis

Yayu Srirahayu menyatakan, terdapat delapan motif batik Kasumedangan. Di antaranya Lingga, Mahkota Binokasih, Kembang Wijayakusumah, Hanjuang, Manuk Julang, Bunga teratai, dan lain-lain. Batik Kasumedangan dibuat dari bahan katun mori.

"Delapan motif tersebut tertuang dalam Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 13 Tahun 2009. Bahan bakunya dari katun mori. Semakin tinggi tingkat kesulitan dan penggunaan warna, semakin mahal harganya," ujar Yayu.

Dengan dukungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumedang, Batik Kasumedangan pun tampil dalam event Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) Tahun 2022 yang digelar di Trans Conventions Center, Kota Bandung sejak 14 Mei hingga 16 Mei 2022.

Event KKJ dan PKJB yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (BI KPw) Jabar tersebut mengusung tema "Green Growth Optimism" dan diikuti 87 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Yayu pun berharap, Pemkab Sumedang bisa terus mendorong pemasaran produk dan memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM supaya meningkatkan kesejahteraannya.

"Harapannya, ke depan Pemda Sumedang terus mendukung UMKM dengan memberikan bantuan modal dan pemasaran. Alhamdulillah, saat ini pandemi sudah mereda, event mulai lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DiskopUKMPP) Kabupaten Sumedang Harry Tri Santosa berharap, event tersebut bisa mengangkat citra fashion dan produk kerajinan UMKM Sumedang serta bisa lebih dikenal lagi di Jabar.

Produk UMKM Sumedang, seperti Batik Kasumedangan pun ditargetkan bisa diekspor ke luar negeri agar perekonomian para pengrajin, khususnya pengrajin batik di Sumedang bisa meningkat.

"Harapannya, ke depan fesyen seperti batik dan kriya di Sumedang ini bisa lebih diterima oleh masyarakat Jawa Barat dan diekspor. Mudah mudahan ini bisa meningkatkan perekonomian para pengrajin," kata Harry.

Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Sumedang Samantha Dewi menambahkan, Selain Batik Kasumedangan, Dekranasda Sumedang menampilkan produk-produk fesyen lainnya, seperti Nafira Batik, Maheswari dan Nabila Olshop dalam event tersebut.

"Kami mengikuti KKJ dan PKJB dengan menampilkan produk-produk Sumedang seperti Batik Kasumedangan, pakaian ready to wear dan ada juga kerajinan khas Sumedang," kata Samantha Dewi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini