Share

Mengenal Pohon Raksasa dari Danau Maninjau, Kayu Terbesar di Dunia Berusia 562 Tahun

Antara, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 549 2595377 mengenal-pohon-raksasa-dari-danau-maninjau-kayu-terbesar-di-dunia-berusia-562-tahun-VNXt08l9AD.jpg Pohon raksasa dari Danau Maninjau (dok ANTARA)

PEMANDANGAN menyejukkan begitu terasa di kawasan hutan rakyat Jorong Ambacang, Nagari Kota Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Di sini kamu bisa menemukan pohon kayu medang (Litsea Sp.) berukuran raksasa. Pohon itu mempunyai diameter 4,6 meter, keliling 14 meter dan volume batang 516 meter kubik.

Pohon itu tumbuh di hutan sekitar Danau Maninjau berjarak sekitar lima kilometer sebelah utara merupakan salah satu penyumbang sumber air bagi masyarakat dan danau vulkanik itu.

Lokasi pohon itu berjarak sekitar 700 meter dari lokasi terakhir kendaraan parkir atau sekitar 15 menit perjalanan dengan kondisi jalan tidak begitu sulit untuk dilalui.

infografis

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau Ade Putra menjelaskan, pohon kayu ini merupakan yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia karena kayu tane mahota di Selandia Baru ukurannya hanya 4,4 meter. Pohon ini juga telah berusia 562 tahun.

Pohon kayu Queets Spruce di Olympic National Park, Amerika Serikat sebagaimana dilansir Outdoor Project, tanaman ini memiliki volume batang mencapai 337 meter kubik.

Sedangkan pohon kayu red creek fir di San Juan Valley, Vancouver Island, British Columbia, Kanada memiliki volume batang 349 meter kubik, Pohon kayu two towers di Tasmania, Australia. dengan volume batang 358 meter kubik.

Pohon kayu itu tumbuh di hutan rakyat dan terjaga dengan baik oleh masyarakat sebagai bentuk kearifan lokal dari masyarakat setempat, sehingga pohon kayu itu terjaga dengan baik sampai besar.

"Kalau di hutan lindung ditemukan pohon kayu besar itu hal biasa, namun tumbuh di hutan rakyat merupakan hal yang luar biasa," ujar Ade Putra.

Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin mengatakan pohon kayu itu pertama kali ditemukan pada 2013 setelah ia dilantik menjadi wali nagari atau kepala desa adat setempat.

Saat itu, pihaknya beserta perangkat nagari mencoba mencari potensi yang ada di hutan rakyat di daerah itu dan ditemukan enam pohon kayu berukuran besar.

Namun paling besar ada satu pohon dan selebihnya hanya berdiameter dua sampai tiga meter.

"Pertama kali ditemukan, di lokasi banyak tumbuh pohon kayu dengan ukuran kecil, sehingga pihaknya terkejut melihat pohon kayu berukuran besar. Pohon berukuran besar berjarak sekitar 200 meter antar pohon ke pohon lain," katanya.

Keberadaan kayu besar itu menghasilkan air bersih bagi lima jorong di Nagari Koto Malintang dan sumber air ke Danau Maninjau.

Saat ini hutan rakyat di Nagari Koto Malintang memiliki luas sekitar 1.800 hektare. Di lokasi hutan rakyat, juga terdapat ratusan pohon durian, surian dan lainnya dengan kondisi terjaga dengan baik.

Bahkan juga pernah tumbuh bunga bangkai jenis Amorphophallus gigas setinggi 4,13 meter atau tertinggi di Indonesia.

Namun bunga bangkai itu gagal mekar sempurna akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada November 2021.

"Bunga gagal mekar dan menjadi layu. Lokasi bunga itu hanya berjarak sekitar 100 meter dari kayu besar," terangnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini