Share

Cerita Lengkap Sewu Dino, Tak Kalah Seram dari KKN di Desa Penari

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 406 2596923 cerita-lengkap-sewu-dino-tak-kalah-seram-dari-kkn-di-desa-penari-UENSVbzWd4.jpg Sewu Dino (Twitter @SimpleM81378523)

CERITA lengkap Sewu Dino tak kalah seram dari kisah KKN di Desa Penari yang sudah difilmkan. Kisah Sewu Dino sempat viral juga di jagat maya setelah dibagikan oleh akun Twitter SimpleMan dan jadi perbincangan netizen.

Kisah horor Sewu Dino dialami oleh Sri, Dini, Erna, dan Dela, serta Mbah Tamin. Cerita Sewu Dino berasal dari Jawa Tengah yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti seribu hari.

Sewu Dino mengisahkan tentang praktik dukun santet yang kejam. Santet ini ditujukan kepada orang-orang yang dibenci oleh seseorang lainnya, dan menciptakan kisah-kisah di luar nalar.

 BACA JUGA: 5 Cerita Mirip KKN di Desa Penari di Indonesia, Horornya Bikin Merinding

Meskipun zaman semakin modern, tapi praktik santet ini masih ada yang melakukannya. Bahkan di beberapa wilayah Indonesia pun, kedapatan yang menggunakan kegiatan di mana melibatkan ilmu-ilmu hitam.

Berawal dari sosok bernama Sri, ia memiliki keinginan untuk merantau kerja dari luar kampungnya yaitu di Semarang. Namun karena jenjang pendidikan Sri yang tidak melanjutkan ke tingkat lebih tinggi, akhirnya dirinya mendaftarkan diri sebagai asisten rumah tangga (ART).

 

Kala itu Sri mendaftarkan diri sebagai ART, di salah satu agen yang menyalurkan tenaga tersebut ke sejumlah rumah di kota yang membutuhkan tenaga ART.

Setelah tak begitu lama mendaftar, akhirnya Sri bertemu dengan seorang wanita tua. Ia bernama Mbah Tamin, yang mana wanita berusia senja itu akan menjadi calon majikannya. Bahkan Sri pun ditawari gaji yang cukup besar, sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta perbulannya. Tentu saja Sri langsung menerimanya, mengingat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

 BACA JUGA: Penasaran Lokasi Syuting KKN di Desa Penari? Ternyata Begini Kondisinya

Ternyata usut punya usut, Mbak Tamin berani membayar Sri dengan gaji yang cukup besar lantaran ia melihat wetonnya yang jatuh pada malam Jumat Kliwon. Oleh Mbah Tamin itu, Sri kemudian dibawa ke kota tujuan yang ternyata tempatnya jauh dari peradaban kota.

Ketika sesampainya di rumah, tiba-tiba Sri melihat seorang wanita muda yang nampak sedang kesakitan. Di sekujur tubuhnya penuh dengan nanah, borok, hingga perutnya juga membuncit. Bahkan bau amis pun keluar dari tubuhnya.

Hal yang jauh lebih mengherankan lagi, wanita muda itu dimasukan ke dalam peti mati. Meskipun sebenarnya belum meninggal dunia, kejadian ini pun membuat Sri menjadi terheran-heran. Kemudian bertanya langsung kepada Mbah Tamin yang telah membawanya ke rumah itu.

Sebelum Sri bertanya, Mbah Tamin langsung menjelaskan perihal apa yang terjadi sebenarnya. Termasuk wanita muda yang sedang sakit, diselimuti banyak luka dan menimbulkan bau amis tersebut.

Mbah Tamin mengatakan, wanita muda di dalam peti itu namanya Della Atmojo. Sakit yang diderita bukanlah sakit biasa. Ia menderita sakit karena disantet oleh orang tak dikenal. Santet itu dilayangkan, sebab ia dendam dengan keluarga besar Della.

Ternyata tak hanya Sri, di rumah itu juga ada ART lainnya yang dipekerjakan Mbah Tamin. Di antaranya Dini dan Erna. Mereka bersama Mbah Tamin harus tinggal di rumah tua di sebuah desa terpencil dan merawat Della.

Saat merawat Della, seluruh ART sudah diperingatkan bahwa waktu mereka sudah tidak lama lagi. Hal ini karena kematian akan segera menghampiri ketiganya.

 Ilustrasi

Mendengar perkataan Mbah Tamin itu, mereka langsung terkejut dan merinding kengerian. Menurut Mbah Tamin, ketiganya tidak bisa pergi begitu saja, karena di luar sana banyak makhluk gaib yang bermacam-macam bentuknya siap mengancam keselamatan mereka.

Lebih lanjut, singkat cerita, mereka masih bertahan dan Della bisa disembuhkan dengan syarat harus menemukan seluruh boneka santet. Hal ini dilakukan sagar santet yang dibuat dan dikirimkan kepada Della dapat kembali ke keluarga yang menyantetnya, bernama Kuncoro.

Sampai pada akhirnya suatu hari, diadakan sebuah ritual hingga muncullah sosok bernama Sengarturih yang berlidah panang dan Banarogoh lelaki yang berkaki panjang. Kemudian usai ritual itu berlangsung, Sri menyimpulkan bahwa santet yang dikirim oleh keluarga Kuncoro merupakan kiriman dari keluarga Atmojo, dan Della merupakan bagian dari keluarga Atmojo.

Santet yang dikirimkan dikenal dengan nama Sewu Dino, di mana seseorang yang mendapatkan kiriman santet tersebut akan meninggal sekeluarga tepat pada hari ke seribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini