Share

7.000 Wisatawan Kunjungi Tebing Breksi Saat Libur Lebaran 2022

Erfan Erlin, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 406 2597760 7-000-wisatawan-kunjungi-tebing-breksi-saat-libur-lebaran-2022-eiL95HLTJ8.jpg Tebing Breksi (dok Sindonews)

JUMLAH pengunjung di Taman Wisata Tebing Breksi belum pulih sama seperti tahun terakhir menjelang Pandemi Covid-19. Bahkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata bekas galian tebing ini belum mencapai 50 persen.

Kepala Humas dan Informasi Taman Wisata Breksi M Halim mengungkapkan, selama masa libur Idul Fitri dan Waisak memang cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke Tebing Breksi. Terhitung ada sekitar 7.000 kunjungan masuk ke Breksi pada 8 Mei 2022 dan 15 Mei 2022.

"Jumlah itu belum mengalahkan pada masa libur Idul Fitri 2019 ada 17.000 pengunjung," ujarnyanya.

Dia menduga, awal Mei usai Lebaran wisata mulai bangkit, wisatawan berbondong ke Jogja. Di masa libur Lebaran dan Waisak kemarin wisatawan didominasi oleh keluarga. Dan paska libur Lebaran ini wisatawan akan didominasi oleh rombongan pelajar. Pihaknya telah mendapatkan reservasi dari berbagai sekolah yang ingin berlibur di tempat ini.

infografis

"Kami bersyukur wisata di DIY mulai bangkit. Setelah 2 tahun kita vakum," ujarnya .

Pengelola taman wisata Breksi, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman akan tetap mengimbau wisatawan yang datang menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Meskipun Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kebijakan pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden masih bersifat imbauan. Pasalnya, pelonggaran tak mengenakan masker bisa dilakukan masyarakat di tempat yang tidak banyak orang. Oleh karenanya wisatawan tetap mereka himbau pakai masker.

"Kan belum dikatakan pandemi berakhir. Kalau menuju ke sana (berakhir) itu Insya Allah," tutur Halim.

Kendati demikian, pengelola tidak lagi menghampiri pengunjung yang enggan menggunakan masker seperti saat sebelumnya. Melainkan hanya menyampaikan imbauan lewat pengeras suara. Demi wisata aman dan nyaman pihaknya akan tetap memasang papan berisi imbauan agar wisatawan menerapkan prokes.

Selain masker, wisatawan tetap diminta pula untuk cuci tangan menggunakan sabun dan air di tempat yang disediakan.

"Untuk jaga jarak kami juga hanya memberi imbauan, kami menegur kalau sudah sampai ada terlalu dekat sampai saling rangkul saja," ujarnya.

Untuk memindai Pedulilindungi, pengelolapun sudah membebaskan. Dalam arti, memindai Pedulilindungi bukan lagi menjadi kewajiban. Adanya pelonggaran penggunaan masker menjadi angin segar bagi pengelola wisata, pelaku wisata hingga pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini