Share

Mengenal Tradisi Ekstrem Suku Naulu, Kepala Manusia Dijadikan Mas Kawin

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 408 2598186 mengenal-tradisi-ekstrem-suku-naulu-kepala-manusia-dijadikan-mas-kawin-FgbIK0lAek.JPG Masyarakat Suku Naulu, Maluku (Foto: Mongabay/M Jaya Barends)

INDONESIA memiliki berbagai bahasa, budaya dan tradisi bermacam-macam. Bahkan setiap kelompok etnis memiliki cara menjalankan kehidupan, dan adatnya sendiri.

Di mana sudah diturunkan oleh nenek moyangnya sejak zaman dahulu kala. Salah satunya adalah Suku Naulu, kelompok ini punya tradisi ekstrem, yakni menjadikan kepala manusia sebagai mas kawin.

Dihimpun dari berbagai sumber, Suku Naulu hidup di Dusun Nuanea dan Dusun Sepa, Maluku atau tepatnya di sekitar pesisir selatan Pulau Seram.

Suku Naulu dikenal memiliki beberapa tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Termasuk pemenggalan kepala, atau disebut pataheri.

Ritual tersebut diperuntukkan untuk laki-laki yang sudah dianggap dewasa. Selama ritual yang disebut dengan Cidaku, laki-laki yang berhasil berburu kepala manusia untuk dijadikan mas kawin itu kemudian diberi kaeng merah di kepalanya.

Rumah Adat Suku Naulu
(Foto: Mongabay/M Jaya Barends)

Ritual pemenggalan kepala itu, akan dimulai dengan puasa satu hari. Mulai dari pukul tiga dini hari, hingga enam sore. Selama puasa, kaeng berang diikat di leher karena diyakini akan menjauhkan diri dari gangguan setan.

Setelah puasa selesai, mereka akan berkumpul di numa onate atau rumah utama, dan diberikan pakaian adat karanunu onate.

Selanjutnya, mereka akan didampingi oleh seorang kapitan, yakni seorang panglima perang menuju rumah orangtua kapitan untuk memohon doa restu, agar diberikan keberanian dan terhindar dari bahaya.

Usai berdoa, lalu mereka kembali ke numa onate dan mengambil perlengkapan seperti parang, panah, tombak, dan satu tas berisi sirih pinang. Mereka akan mencari manusia untuk dipenggal kepalanya.

Selanjutnya, tetua adat kemudian akan memberikan perlengkapan tersebut dengan menghadap ke utara. Dilanjutkan menuju pintu belakang arah ke timur untuk memimpin menuju ke tempat ritual di dalam hutan.

Sebagai pengetahuan, ritual pataheri pun melibatkan pemenggalan kepala manusia untuk perayaan atas kedewasaannya. Tak hanya itu saja, memenggal kepala juga dilakukan dalam upacara adat, misalnya saat mendirikan rumah adat baru sebagai persembahan untuk para dewa.

Adanya ritual ekstrem itu dipercaya, akan menghindarkan seseorang dari bahaya. Sehingga kepala manusia lah yang menjadi simbol kekuatan, serta pertahanannya. Begitu juga bagi yang akan meminang perempuan, khususnya dari kerajaan. Kepala manusia dinilai sangat berharga, sebab diklaim akan memperkuat keutuhan rumah tangga kelak.

Tradisi ekstrem yang dilakukan Suku Naulu ini, mulai ditinggalkan sejak tahun 1990-an. Dan kepala manusia yang dulu diburu kala itu diganti menjadi kepala kuskus.

Kemudian pada 2005 silam, terdengar kabar bahwa tradisi ekstrem itu kembali dilakukan. Hal ini sebagai penanda, bahwa tradisi ini memang cukup sulit ditinggalkan. Terdengar mengerikan, tapi inilah warisan nenek moyang mereka yang telah diturunkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini