Share

Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi 16 Negara di Dunia, Indonesia Termasuk

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 03:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 549 2598580 arab-saudi-larang-warganya-kunjungi-16-negara-di-dunia-indonesia-termasuk-OWx8ajWmil.jpg Ilustrasi bandara (dok freepik)

KERAJAAAN Arab Saudi telah mengumumkan larangan bepergian bagi warganya ke 16 negara, termasuk Indonesia.

Melansir Gulf Today, aturan itu diterapkan demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

Direktorat Jenderal Paspor Saudi menjelaskan, 16 negara di mana warga negara Saudi telah dilarang untuk bepergian salah satunya adalah Indonesia.

Ke-15 negara lainnya ialah Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Rusia, dan Venezuela.

Lebih lanjut, Direktorat memaparkan, sisa masa berlaku paspor harus lebih dari 3 bulan untuk dapat bepergian ke negara-negara Arab, dan lebih dari 6 bulan untuk negara lain. Hal ini berarti, sisa masa berlaku kartu identitas nasional harus lebih dari 3 bulan, ketika bepergian ke negara-negara Teluk.

infografis

Adapun, Pemerintah Saudi melaporkan tidak ada kematian yang berkaitan dengan Covid-19 pada pekan pertama di Mei 2022. Berdasarkan statistik terbaru Kementerian Kesehatan pada hari yang sama, otoritas terkait mencatat 102 kasus yang dikonfirmasi dan 113 pemulihan.

Otoritas kesehatan Saudi sejauh ini telah mencatat lebih dari 754.340 infeksi Covid-19 dan 9.093 kematian sejak pandemi merebak di negara itu pada Maret 2020, setelah seorang warga tiba dari Iran melalui Bahrain.

Kemudian pada Sabtu (21/5), Kementerian Kesehatan Saudi mencatat 411 kasus Covid-19, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi 762.575. Angka kesembuhan mencapai 474, sehingga total kasus sembuh menjadi 746.999 (97 persen dari total kasus COVID-19).

Di sisi lain, Beijing melaporkan 63 infeksi baru Covid-19 yang ditularkan di dalam negeri selama 24 jam hingga pukul 3 sore waktu setempat pada hari Sabtu. Hal ini telah disampaikan oleh seorang pejabat pengendalian penyakit di ibu kota China.

Liu Xiaofeng, wakil direktur di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing, dalam konferensi pers menyatakan, dari kasus infeksi tersebut, 56 ditemukan di daerah yang dikendalikan dan tujuh selama tes skrining masyarakat. Tercatat 1.399 kasus infeksi Covid-19 sejak 22 April.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini